Home / News

Selasa, 3 September 2019 - 06:49 WIB

Suami Terdakwa Ria Panjatangi Ancam Wartawan

Jakarta, Lintasnews5terkini.com–Sidang kasus pidana penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Ria Hamria Panjatangi diwarnai aksi kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh suami terdakwa usai persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin 2 September 2019.

Wartawan Berita Hukum H Gronson M. yang coba mengambil gambar terdakwa usai sidang langsung diteriaki suami terdakwa dan berusaha mendorong leher wartawan dengan kasar sembari mengeluarkan kata-kata ancaman.
“Kamu jangan asal main ambil gambar ya, hapus fotonya atau saya hajar,” teriak pelaku.

BACA JUGA :   Danlantamal VI Makassar Pimpin Rapat Staf

Salah seorang kerabat terdakwa juga berusaha merebut telepon genggamnya atau hp dan memaksa foto tersebut dihapus dari hp milik wartawan.

Wartawan Berita Hukum Gronson terpaksa menghapus foto di hp nya karena dipaksa oleh suami terdakwa dan kawan-kawannya.

“Ini jelas pelanggaran peliputan yang disertai kekerasan dan ancaman, ada ancaman pidananya,” tutur Gronson. Gronson berniat melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian jika pelakunya tidak meminta maaf.

Pihak pengacara terdakwa yang menyaksikan perbuatan suami terdakwa langsung meminta maaf kepada wartawan Berita Hukum.

BACA JUGA :   Kunjungan Kerja Bupati Dan Wakil Bupati Gowa Di Kampung Rewako Desa Parigi Kabupaten Gowa

Pada saat yang sama juga, Syamsurisal mengatakan, kliennya tidak bisa mengikuti persidangan karena sedang sakit. Sidang kali ini yang sebetulnya agenda untuk mendengarkan  tuntutan Jaksa Penuntut Umum terpaksa ditunda karena terdakwa Ria Panjatangi sedang dalam keadaan sakit.

Sementara itu, JPU Isfardi yang ditemui wartawan usai persidangan mengaku sangat yakin tuntutannya pasti terbukti karena terdakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP.

BACA JUGA :   Ajak Calon Penumpang Taati Protokol Kesehatan, Pamatwil Polres Lebak Gandeng Komunitas Supir Angkutan Umum

Kasus ini berlanjut ke pengadilan berawal dari jual beli saham PT Rianta Jaya yang bergerak di bidang usaha pertambangan batubara  di Palangkaraya Kalimantan Tengah, antara terdakwa Ria Panjatangi dan korban pelapor.

Terdakwa Ria dituduh menggelapkan surat Ijin Usaha Pertambangan yang harusnya sudah diserahkan kepada korban pelapor yang merasa berhak karena sudah membeli saham PT RJ.

Berdasarkan keterangan di PN Jaksel Nomor Perkara kasus ini 691/PID.B/2019/PN.JKT.Sel.

***

Share :

Baca Juga

News

Kodim Barabai Gelar Acara Halal Bihalal Penuh Kesederhanaan

News

Kapal Bermanuver Lincah KAL Mamuju II-6-64 Siap Kawal Kunker Menteri Kelautan Dan Perikanan Ke Pulau Bala-Balakang

News

H-1 Lebaran Idul Fitri 1441 H Lantamal VI Rampungkan Pembuatan Para Para Untuk Tanaman Buah Di Lahan TNI AL

Gowa

Peringati Hari Perlindungan Anak Sedunia, Polres Gowa Temui Anak Panti Asuhan

News

Sebelum Bersepeda , Kapolda Sumut “Jika Tubuh Sehat Maka Pelaksanaan Tugas Akan Semakin Baik”

News

Kuasa Hukum dan Lembaga Pendamping DR. Nur Syamsiah kasus ITE Sambangi Polres Gowa

News

Kembali Ke Induk Satuannya Pasukan Katak, Wadan Lantamal VI Berpamitan Kepada Seluruh Personel Lantamal VI

Makassar

Hari Pertama Masuk Kantor, Personel Lantamal VI Laksanakan Bersih – Bersih Markas