oleh

Unit PPA Polres Tator Rilis Data Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Jelang HUT Bhayangkara Ke-74

TATOR, Lintasnews5terkini Dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-74 yang akan jatuh pada Rabu 1 Juli 2020, Unit PPA Sat Reskrim Polres Tana Toraja merilis data jumlah kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur sepanjang tahun 2020.

Kanit PPA Bripka Ismail Kadang yang dikonfirmasi di ruang unit PPA menyebutkan sepanjang tahun 2020, dari periode Januari s.d Juni, Unit PPA Polres Tana Toraja telah menyelesaikan 8 kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur pada Senin (29/06/2020).

“Iya, sepanjang tahun 2020, dari Januari s.d Juni, Unit PPA telah menyelesaikan 8 kasus Persetubuhan terhadap Anak di bawah umur, kesemuanya sudah P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, Tahap 2,” Kata Bripka Ismail Kadang.

BACA JUGA :   Sambil Memakmurkan Tempat Ibadah, Begini Cara Personil Polres Tator Laksanakan Amanah Cegah Covid

Selain dari kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur, Kanit PPA juga menyebutkan pihaknya telah menyelesaikan 1 kasus pelecehan seksual.

Sebagai data perbandingan, sepanjang tahun 2019 yang lalu, jumlah kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur mencapai 27 kasus, dan 11 kasus pelecehan seksual.

“Untuk tahun 2019, jumlah kasus persetubuhan mencapai angka 27 kasus, sementara pelecehan seksual mencapai angka 11 kasus,” Sambung Ismail Kadang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jon Paerunan yang ditemui di Mapolres Tana Toraja membenarkan data kasus yang ditangani oleh Unit PPA.

Ia mengatakan, “Ditinjau dari statistik datanya antara tahun 2019 dan tahun 2020, terdapat trend penurunan angka kejadian pelecehan seksual, tahun 2019 kemarin mencapai 11 kasus sementara di pertengahan tahun 2020 ini kasus pelecehan seksual masih 1 kasus, ini tentunya kemajuan khusus untuk kasus pelecehan seksual,” Kata Jon Paerunan.

BACA JUGA :   Si Pemilik Rumah Tewas Dalam Kebakaran Di Jalan Beringin Timur Makassar

Lanjutnya lagi, terkait kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur, di tahun 2019 kemarin, jumlah kasus mencapai 27 kejadian.

“Hingga pertengahan tahun 2020, kasus persetubuhan terhadap Anak di bawah umur sudah ada 9 kejadian, kami aparat kepolisian sangat berharap kejadian serupa cukuplah sampai diangka itu, jangan lagi ada korban,” Harapnya.

 

Namun pun demikian, Kasat Reskrim tidak menampik kemungkinan adanya pertambahan kasus persetubuhan maupun pelecehan seksual.

“Tidak ada jaminan kasus persetubuhan dan pelecehan seksual akan terhenti, bahkan kejadian itu dapat saja bertambah seiring dengan berjalannya waktu, untuk itu atas nama Kapolres Tana Toraja kami dari jajaran Sat Reskrim Polres Tana Toraja meminta kepada semua pihak yang terkait untuk bersama sama menyikapi dan melakukan tindakan tindakan yang diperlukan demi untuk menyelamatkan generasi kita dari ancaman keruntuhan moral melalui persetubuhan maupun pelecehan seksual.

BACA JUGA :   Peduli Sesama, Kapolsek Pammana Bersama Camat Pammana Berikan Bantuan Ke Warga Desa Kampiri Yang Terdampak Banjir

“Kami meminta kepada semua pihak untuk bersama sama menjaga generasi pelanjut kita dari kasus ini, kalau perlu mari kita duduk bersama mencari solusi terbaik dalam memerangi kejadian persetubuhan terhadap Anak di bawah umur dan pelecehan seksual, kalau bukan kita maka siapa lagi yang akan peduli,” jelas AKP Jon Paerunan, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja. [Amal]

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :