Home / Breaking News

Sabtu, 19 September 2020 - 09:55 WIB

Serda Abdul Manan Bawa 20 Pendekar HST Mengikuti Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi Kalsel

Iwan.bugis

BARABAI,Lintasnews5terkiniSebanyak 20 pendekar yang tergabung di Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompak) Borneo HST ikuti festival pencak silat budaya tingkat Provinsi Kalsel.

Festival bertempat di Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Terhitung dari Jumat tanggal 18 hingga Sabtu 19 September 2020.

Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalsel. Sabtu (19/9).

Para pendekar ini sebelumnya dilepas oleh Wabub HST Berry Nahdian Furqon hari Kamis 17 September 2020 di halaman Rumah Dinas Wabup.

BACA JUGA :   Test Mental Idiologi 154 Calon Bintara dan Tamtama TNI AL Tahun 2020 di Mako Lantamal VI

Dalam kesempatan tersebut Berry sangat terkesan dengan partisipan tersebut, menurutnya itu bagian dari mempromosikan budaya daerah sendiri. “Kuntau bagian dari budaya daerah kita, dan harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Dia memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas semangat para pendekar kuntau yang terbangun dan terbentuk.

Berry berharap, kesiapan mentalitas para pendekar mulai dari fisik hingga teknik pribadi harus dijaga.

BACA JUGA :   Korcab VI DJA II Kembangkan Kreativitas Dengan Pelatihan Membatik

“Harapan kami, pertama tentang mentalitas para pendekar harus terjaga. Kemudian, ditambah pelatihan dan motivasi yang telah diberikan, sehingga bisa berlaga dengan penuh semangat dan tampil maksimal,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Kompak Banua HST, Abdul Manan yang juga Anggota Koramil 1002-02/Ilung mengatakan, kami berangkatkan 34 orang pendekar untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Dari ke 34 orang tersebut terdiri dari 20 pemain, 5 pendukung, 2 guru tuha, 3 pelatih, dan 4 orang sopir. Mereka perwakilan dari semua perguruan,”terangnya.

BACA JUGA :   Tersangka, Pembunuh Bocah yang Cegah Ibu Diperkosa Terancam Hukuman Mati

Menurutnya, festival ini merupakan wadah untuk memperkenalkan kuntau ke khalayak dan mengubah citra Kuntau yang selama ini dilekatkan dengan hal-hal mistis dan kekerasan.

“Jadikan kegiatan ini motivasi sebagai penyemangat untuk generasi, agar lebih giat dan tertarik dengan budaya kuntau,” ucapnya.

Tak hanya itu bebernya, juga sebagai ajang sarana silaturahmi dengan pegiat seni kuntau lainnya, serta sebagai bukti bahwa kuntau diperhatikan oleh Pemerintah.”pungkasnya.(pendim1002).

Share :

Baca Juga

Breaking News

Merlisa A. Marsaoly: Banyak Potensi Ternate Yang Belum Terangkat

Breaking News

Danyon Marinir Makassar Danup Pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-75 Kemerdekaan RI Di Rumjab Gubernur Sulsel

Breaking News

Pemuda Terduga Pelaku Perset*buhan Anak Di Bawah Umur Diringkus Resmob Polres Tator

Breaking News

Kerja Bakti Bhabinkamtibmas Polsek Saluputti Dan Ketua DPRD Tator Penanggulangan Longsor Jalan Raya

Breaking News

Manfaatkan Lahan Kosong, Babinsa Tanam Sayuran

Breaking News

Muchlis Patahna Mendapat Kepercayaan Sebagai Ketua Umum KKSS 2019 — 2024

Breaking News

Prajurit Marinir Di Makassar Jalan Kaki 10 Km Membawa Senjata Laras Panjang

Breaking News

Tingkat Kemampuan Penanganan Kondisi Darurat, Polres Gowa Gelar Pra Simulasi TFG