Home / Nasional

Selasa, 17 November 2020 - 17:18 WIB

Mengenal Ratu Ratu Penguasa Nusantara jaman dulu

1. Ratu Tribuana Tunggadewi

Kerajaan : Majapahit
Wilayah Kekuasaan : Kepulauan Nusantara termasuk Sebagian Philipina dan seluruh Singapura
Istana : Trowulan, Mojokerto
Pertapaan : Wilayah Gunung Penanggungan Trawas.
Peran besar Sang Ratu :

1. Mengangkat Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Mahapahit
2. Mengangkat Hayam Wuruk sebagai Raja penerusnya sekaligus Raja Termuda Majapahit

3. Membangun kolam Segaran untuk pusat irigasi kerajaan
4. Memimpin perang Bubat

2.Ratu Dyah Suhita
Kerajaan : Majapahit
Wilayah Kekuasaan : Seluruh Kepulauan Nusantara dan sebagian Philipina dan seluruh Singapura
Istana : Trowulan Mojokerto
Pertapaan : Daerah Pacet ,Mojokerto
Peran besar Sang Ratu :
Dikabarkan banyak membuka hutan sebagai desa desa baru. Sebab itu muncullah nama Wono di banyak tempat .”Wono” berarti Hutan

BACA JUGA :   Kadiv Humas Polri Resmi Buka Pelatihan Publik Speaking

3. Ratu Maharani Shima
Kerajaan Kalingga
Wilayah Kekuasaan: Seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagian Jawa Barat dan Sebagian Sumatra
Istana : 1. Tepi kali Brantas Kediri, 2. Pesisir Jepara
Pertapaan : Goa Maharani Lamongan
Peran Besar sang Ratu :
1. Memindahkan pusat kerajaan Kalingga dari pelosok Kediri ke Pesisir Laut Jepara
2. Membuat Banyak kerajinan dari emas

BACA JUGA :   Komjen Pol Agus Andrianto Resmi Dilantik Jadi Kabareskrim Polri

4. Ratu Kalinyamat
Kerajaan : Jepara
Istana : Jepara
Peran besar :
1. Memimpin perang melawan Portugis di Laut Jawa
2. Memimpin latihan para pasukan perang

5. Sultanah Safiatuddin
Kerajaan Islam Aceh
Istana : Kutaraja Banda Aceh
Wilayah Kekuasaan : Aceh
Peran Besar :
1.Memimpin perang melawan Belanda
2. Membangun Masjid masjid dan lembaga pendidikan di Aceh

6. Ratu Isyana Tunggawijaya
Kerajaan : Medang Kamulan
Kekuasaan : Jawa Tengah & Jawa Timur
Istana : Lereng Gunung Lawu
Pertapaan : Gunung Lawu
Peran besar :
1. Mengajarkan banyak Budi pekerti luhur pada seluruh warganya
2. Menamai Gunung di tepi telaga sarangan dengan nama Lawu yang merupakan singkatan “Layu Awu” yang berati Mati menjadi Abu . Zaman dulu di wilayah kekuasaannya orang orang meninggal tidak dikubur namun dibakar dan abu nya banyak di simpan di gunung gunung karena menganggap Gunung adalah tempat bersemayamnya para Dewa.

BACA JUGA :   Kabareskrim: Penyidik Yang Langgar Pedoman Kapolri Soal UU ITE Akan Dihukum

Share :

Baca Juga

Nasional

Kementan Tegaskan Anjing dan Kucing Tidak Menularkan Covid-19

Breaking News

Personil TNI-POLRI Dikerahkan Untuk Membantu Korban yang Kebanjiran

Breaking News

Pastikan Blower Disinfektan Dapat Berfungsih Dengan Baik, Kapolres Gowa Lakukan Uji Coba

Breaking News

Hari Ini, Jajaran Baharkam Polri Divaksinasi COVID-19

Jakarta

Sandiaga Uno Bersama Kapolri Bahas Penguatan 5 Destinasi Super Prioritas

Nasional

Masyarakat Jangan Terintervensi Oleh Kelompok Yang Tidak Setuju Kedatangan TNI-Polri

Jakarta

Jalur Sudah Aman, Kereta Api dari dan Menuju Jakarta Sudah Dapat Melintas

Jakarta

Komjen Pol Agus Andrianto Resmi Dilantik Jadi Kabareskrim Polri