Makassar, Lintasnews5terkini.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menyampaikan Commander Wish kepada seluruh personel Polda Sulawesi Selatan sebagai arah kebijakan dan pedoman pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Sulsel. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Makassar, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para pejabat utama Polda Sulsel, para Kapolres/ta jajaran, serta personel Polda Sulawesi Selatan. Sementara itu, personel satuan wilayah jajaran Polda Sulsel mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa Commander Wish bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama yang menjadi landasan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan, menegakkan hukum, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kapolda menekankan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.
Menurutnya, semangat tersebut mengandung makna bahwa masyarakat merupakan orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas Polri. Karena itu, seluruh personel dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memberikan pelayanan yang humanis, melindungi, serta menghadirkan kepastian hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban bersama masyarakat.
Kapolda Sulsel juga mengingatkan bahwa tugas Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam konteks tersebut, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan demokrasi, mendukung pembangunan sumber daya manusia, mendorong pemerataan pembangunan, serta memperkuat reformasi hukum dan birokrasi.
Selain itu, Polri juga dituntut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, perjudian, penyelundupan, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya yang dapat menghambat pembangunan dan mengganggu stabilitas keamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel menjabarkan delapan program prioritas Kapolri yang menjadi landasan pelaksanaan tugas dan pembenahan organisasi. Delapan program tersebut meliputi penguatan kelembagaan atau keorganisasian, pembinaan sumber daya manusia dan pola rekrutmen anggota, penguatan pelayanan publik, penguatan bidang penegakan hukum, penguatan sistem pengawasan, penguatan akuntabilitas anggaran, pemolisian cerdas melalui satu data dan penyidikan berbasis ilmiah, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Kapolda menegaskan bahwa kedelapan program prioritas tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Penguatan kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, dan tata kelola anggaran harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi, pengelolaan data, penegakan hukum yang profesional, serta pengawasan yang menjamin akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Selain program prioritas, Kapolda Sulsel turut menekankan pentingnya pelaksanaan delapan Quick Wins Kapolri sebagai langkah nyata untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program tersebut bukan sekadar rangkaian rencana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Dengan mengedepankan integritas, soliditas, dan sinergitas, seluruh personel diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Setiap kebijakan dan program harus diterjemahkan ke dalam pelayanan yang semakin responsif, penegakan hukum yang profesional, dan pemeliharaan kamtibmas yang berkelanjutan.
Berangkat dari Asta Cita Presiden RI, delapan program prioritas Kapolri, delapan Quick Wins Kapolri, serta hasil survei yang menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan, Kapolda Sulsel kemudian memperkenalkan empat nilai utama yang dirangkum dalam semangat kearifan lokal Sulawesi Selatan, yakni EWAKO.
EWAKO yang selama ini dikenal sebagai ungkapan penyemangat masyarakat Sulawesi Selatan ditransformasikan menjadi kerangka nilai sekaligus pedoman kerja bagi seluruh personel Polda Sulsel. Empat nilai yang terkandung di dalamnya adalah Empati, Waspada, Adil, dan Kolaboratif, yang menjadi landasan dalam mengimplementasikan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” di wilayah Sulawesi Selatan.
Nilai Empati menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang humanis, memahami kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan sikap peduli dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai Waspada menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk senantiasa menjaga kesiapsiagaan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, nilai Adil menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan tidak diskriminatif. Adapun nilai Kolaboratif mendorong penyelesaian persoalan secara bersama-sama melalui sinergi antara Polri, masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Keempat nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja dan landasan bertindak bagi setiap personel, mulai dari tingkat Polda hingga satuan kewilayahan. Dengan demikian, pelaksanaan tugas kepolisian dapat semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan keamanan yang terus berkembang.
Menutup arahannya, Kapolda Sulsel meminta seluruh personel untuk memahami, memedomani, dan mengimplementasikan Commander Wish tersebut secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas. EWAKO diharapkan menjadi semangat bersama dalam membangun Polda Sulsel yang semakin dekat dengan masyarakat, mampu menjaga stabilitas kamtibmas, serta memberikan pelayanan dan perlindungan secara optimal. (*)

























