Hukum

JAM PIDSUS Periksa 14 orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi dalam Impor Baja

×

JAM PIDSUS Periksa 14 orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi dalam Impor Baja

Sebarkan artikel ini

Lintasnews5terkini.com | Jakarta – Selasa 05 Juli 2022, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 3 (tiga) orang Tersangka dan 4 (empat) orang saksi atas nama Tersangka TB, Tersangka T, Tersangka BHL, dan 7 (tujuh) orang saksi atas nama 6 (enam) Tersangka Korporasi, yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 s/d 2021.

Adapun 3 (tiga) orang Tersangka yang diperiksa sebagai saksi mahkota (yang saling memberikan kesaksian terhadap Tersangka lainnya), yaitu:

  1. Tersangka TB, diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan atas nama Tersangka BHL dan Tersangka T terkait peran para Tersangka dalam impor besi baja, baja paduan, dan produk turunannya periode 2016-2021.
  2. Tersangka T, diperiksa sebagai saksi untuk menerangkan terkait pengurusan/pembuatan surat penjelasan (sujel) atas impor 6 perusahaan serta menjelaskan keterangan mengenai peran Tersangka TB dan Tersangka BHL dalam impor besi baja, baja paduan, dan produk turunannya periode 2016-2021.
  3. Tersangka BHL, diperiksa sebagai saksi untuk menjelaskan terkait peranan Tersangka TB dan Tersangka T dalam impor besi baja, baja paduan, dan produk turunannya periode 2016-2021.

Saksi yang diperiksa atas nama Tersangka TB, Tersangka T, Tersangka BHL, yaitu:

  1. ITR selaku Vice President Legal PT NS Bluescope Indonesia, diperiksa untuk menerangkan terkait dampak kerugian PT NS Bluescope Indonesia selaku IDN (Industri Dalam Negeri) atas membanjirnya importasi besi baja pada periode 2016 s/d 2021.
  2. AA selaku Staf pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait dari siapa menerima dan dikirim kemana surat penjelasan (sujel) nomor 380 s/d 385 yang dibuat pada zaman Tersangka TB sebagai Kasi di Direktorat Impor tahun 2020.
  3. W selaku Staf pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait dari siapa menerima dan dikirim kemana surat penjelasan (sujel) nomor 380 s/d 385 yang dibuat pada zaman Tersangka TB sebagai Kasi di Direktorat Impor tahun 2020.
  4. FYP selaku Staf pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait dari siapa menerima dan dikirim kemana surat penjelasan (sujel) nomor 380 s/d 385 yang dibuat pada zaman Tersangka TB sebagai Kasi di Direktorat Impor tahun 2020.

Saksi-saksi yang diperiksa atas nama 6 (enam) Tersangka Korporasi, yaitu:

  1. ANA selaku Investigator pada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI), diperiksa untuk menerangkan terkait dampak lonjakan impor terhadap produk besi, baja dan produk turunannya terhadap Industri Dalam Negeri.
  2. IA selaku PNS pada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI), diperiksa untuk menerangkan terkait dampak lonjakan impor terhadap produk besi, baja dan produk turunannya terhadap Industri Dalam Negeri.
  3. RO selaku Investigator pada Komite Anti Dumping Indonesia, diperiksa untuk menerangkan kegiatan importasi produk besi, baja dan produk turunannya yang termasuk kategori dumping.
  4. RH selaku Kepala Sub Komite Penyelidikan Sektor Pertanian, Kehutanan, Kelautan Dan Perikanan pada KPPI, diperiksa untuk menerangkan terkait dampak lonjakan impor terhadap produk besi, baja dan produk turunannya terhadap Industri Dalam Negeri.
  5. DH selaku PNS Kasubdit Industri Logam Besi pada Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, diperiksa untuk menerangkan terkait persetujuan teknis atas surat penjelasan (sujel).
  6. WAP selaku PNS pada Kementerian Perindustrian RI, diperiksa untuk menerangkan terkait persetujuan teknis atas surat penjelasan (sujel).
  7. DZA selaku Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil pada Kementerian Perindustrian RI, diperiksa untuk menerangkan terkait persetujuan teknis atas surat penjelasan (sujel).

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 s/d 2021.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta