Daerah

Sejumlah Pedagang Pasar Sentral Mengeluh Sepi Pembeli

×

Sejumlah Pedagang Pasar Sentral Mengeluh Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini

Lintasnews5terkini. Com Enrekang Sejumlah pedagang pasar Sentral Enrekang yang menempati bangunan baru mengeluh sepi pembeli ” pasalnya” sudah hampir sebulan mereka berjualan di kios dan losd yang baru di tempatinya sunyi sekali ‘terlihat hanya satu dua orang saja yang berkunjung ke tempat itu sehingga pemasukan sangat minim bahkan ada pedagang selama berjualan belum menghasilkan rupiah .

Seperti halnya Haji Patimang pedagang campuran yang sudah lama berjualan di dalam pasar Enrekang “dengan nada lantang mengatakan selama saya di pindahkan ke bangunan baru ” belum ada pemasukan nihil sekali ” biasanya sebelum saya di eksekusi dari tempat yang lama. Pemasukanku sekali pasar 1 atau,2 juta rupiah tupun tidak sampai sore berjualan , sekarang sudah hampir sebulan belum ada sama sekali pembeli yang mampir di kiosku ,kadang saya pulang jam 10 pagi, nah” mau bertahan sampai tutup pasar apa yang bisa saya dapat ucapnya dengan nada kesal ” mending saya tutup jualan lalu pulang kerumah. lebih banyak pembeli saya dapat di rumah menjual ketimbang di pasar apalagi dibulan ramadhan kita butuh uang untuk menghidupi keluarga kalau begini apa yang bisa kami harapkan “ucapnya sedih saat di wawancarai awak media Kamis 6 Maret 2023 ” semestinya Disperindag tegas dalam pengaturan para pedagang jangan tebang pilih untuk memindahkan mereka apalagi yang sudah mengantongi nomor lods dan kios

suruh semua naik keatas berjualan jangan turun lagi di terowongan atau kembali kelapak nya semula,kasian kami yang merasa di rugikan tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah saja ,yang menjadi pertanyaan mengapa

hanya sebagian saja yang di paksakan masuk sementara yang lain nya belum masuk .

“kalau semua pedagang sudah menempati lods dan kios nya otomatis ramai dengan sendirinya pembeli akan masuk membeli .soal pemasukan itu tergantung rezeki kasian kami,belum dapat pembeli dipasar Kamis ini tegasnya.

Hal senada yang di sampaikan Muh Saing penjual parang biasa nya dapat pembeli 1 juta sekarang belum ada pemasukan pungkasnya.

Lain lagi Haji Nurhayati pedagang aksesoris baru 50 ribu pemasukan nya “bayangkan sebelum saya pindah berjualan di sini , biasanya paling rendah saya dapat 500 ribu sekarang jangan kan 500 ribu seratus ribu pun belum dapat , uang yang masuk ini hari 50.ribu di pakai saja ongkos transport pulang kerumah .anak-anak mau makan apa ?kalau tiap hari begini pemasukan ? Keluhnya.

Begitupula penjual pakaian Erawati menandaskan’ aduh sunyi sekali pembeli lihat lah sekarang mana ada lewat pembeli biasanya kalau hari pasar saya dapat pemasukan 2 jutaan coba ‘bayangkan sekarang untung kalau ada 1 atau 2 pakaian yang laku, jam 2 saya tutup kadang tidak ada pembeli , Saya mencoba minta pindah di tempat jualanku yang dulu tetapi saya di larang bahkan tempatku ada yang persewakan “mau nya pemerintah pertegaslah hal ini suruh mereka semua menempati losdnya supaya ramai

Selain sepi penataan nyapun semrawut maunya penjual pakaian disatukan lodsnya, jangan berdekatan dengan penjual parang,.penjual barang campuran,penjual sayur .di tatalah yang lebih menarik supaya pembeli tidak bingung .saya mohon ada kebijakan pemerintah untuk memperhatikan hal ini kasian kami , dengan kondisi begini apa yang kami harapkan ? Pendapatan kami selama pindah di bangunan ini sangat minim sekali ‘ tuturnya sedih .(Ani Hasan ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta