Nasional

Dari Sungai Berjarak 350 Meter ke Air di Depan Rumah: Sumur Bor Ubah Rutinitas Harian Warga Bowi Subur

×

Dari Sungai Berjarak 350 Meter ke Air di Depan Rumah: Sumur Bor Ubah Rutinitas Harian Warga Bowi Subur

Sebarkan artikel ini

Manokwari, Lintasnews5terkini.com – Setiap hari keluarga Ishak Krey di Kampung Bowi Subur, SP6, harus menyusuri jalan sekitar 350 meter menuju sungai di belakang rumah bukan untuk mencari ikan. Melainkan sekadar mengambil air untuk minum, memasak, dan mandi, karena air di rumah mereka berwarna kuning dan tak layak pakai.

Kondisi itulah yang membuat Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) turun ke lapangan. Mereka menyusuri satu per satu rumah warga, melakukan survei kesehatan air minum rumah tangga (SKAM RT) berbasis sistem informasi geografis (GIS) ke lebih dari 100 rumah untuk memetakan dari mana air tiap keluarga berasal, mulai dari sungai, air hujan, sumur gali, hingga sumur bor dangkal maupun dalam.

Dari data itu, penentuan titik sumur bor dilakukan secara cermat. Mereka mempertimbangkan wilayah mana yang paling membutuhkan, sekaligus bermusyawarah dengan kepala kampung agar lokasi yang dipilih tidak menimbulkan gesekan sosial.

Satu titik sumur kini telah dibor lebih dari 10 meter, dengan target kedalaman 40–50 meter agar air bisa mengalir secara artesis tanpa perlu pompa. Bagi keluarga Ishak Krey, kehadiran sumur ini bukan sekadar soal akses air.

“Saya sekeluarga merasa terbantu dengan adanya sumur bor karena di sini airnya kuning dan harus mengambil sungai di belakang untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya air kami juga bisa menyediakan kamar mandi untuk petani yang biasanya menyelep padi di belakang rumah, jadi tidak bingung kalau harus BAB/BAK, tidak perlu lari ke kali lagi,” ujarnya pada (9/8/2026).

Upaya Tim Unair ini sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemerataan akses air bersih hingga ke pelosok negeri.

“Tahun ini, di 8 bulan pertama tahun 2026, sudah 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/26).

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat transmigrasi.

“Air bersih ini sumber hidup. Tanpa air bersih kita semua sulit untuk hidup,” Menko AHY (17/09/2026).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menekankan bahwa setiap program pendampingan di kawasan transmigrasi, termasuk Prafi, harus benar-benar memberi dampak nyata bagi warga.

“Kita harus memikirkan bagaimana anggaran ini memberikan multiplier effect yang maksimal,” ujar Mentrans (28/4/2026). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta