Gowa, Lintasnews5tsrkini.com – Teguran kepada pelajar yang tidak menggunakan helm tidak berhenti pada penindakan. Satlantas Polresta Gowa menjadikannya sebagai momentum untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Hal itu terlihat saat personel Satlantas Polresta Gowa melaksanakan pengaturan sekaligus edukasi kepada pelajar SMP dan SMA di depan Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Selasa (6/10/2026) pagi.
Sejak pukul 06.30 WITA, personel melakukan pemantauan arus kendaraan yang melintas. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.
Petugas kemudian menghentikan dan memberikan teguran secara humanis. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa helm bukan sekadar perlengkapan yang diwajibkan oleh aturan, tetapi menjadi salah satu perlindungan penting untuk meminimalkan risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.
“Keselamatan harus menjadi kebiasaan. Karena itu, kami mengingatkan para pelajar agar setiap kali berkendara selalu menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H.
Dalam pembinaan tersebut, pelajar yang kedapatan tidak menggunakan helm diarahkan untuk tidak meneruskan perjalanan sebelum melengkapi diri dengan helm. Setelah menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, mereka diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan.
Menurutnya, pendekatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran berlalu lintas tanpa mengesampingkan sisi edukatif dan pembinaan.
“Kami ingin mereka memahami alasan di balik setiap aturan. Jangan menggunakan helm karena takut ditegur polisi, tetapi karena sadar bahwa keselamatan diri jauh lebih penting,” tegasnya.
Satlantas Polresta Gowa juga mengingatkan para pelajar agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Satlantas Polresta Gowa dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Edukasi secara langsung diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sehingga keselamatan menjadi bagian dari karakter pelajar ketika berada di jalan raya. (*)

























