Jayapura, Lintasnews5terkini.com – Puluhan guru sekolah dasar di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, kini mampu menyajikan materi kelas yang lebih kreatif dan interaktif tanpa bergantung pada ketersediaan akses internet. Pendampingan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) berbasis teknologi lebih merata dan ramah bagi tenaga pendidik di Papua.
Salah satu guru SD Inpres SP 6 Yapsi, Maria bersyukur dan mengapresiasi kehadiran pendampingan yang merangkul seluruh guru tanpa membedakan tingkat pemahaman awal teknologi mereka.
“Pendampingan ini sangat bermanfaat karena membantu kami yang awalnya belum mengetahui cara penggunaan PID menjadi lebih memahami pengoperasiannya. Kami juga jadi paham bahwa keterbatasan jaringan internet bukan halangan untuk memanfaatkan perangkat ini dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap Maria.
Program peningkatan kapasitas ini dirancang untuk menjangkau 15 sekolah sasaran di Distrik Yapsi sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan digitalisasi pendidikan. Sejauh ini sebanyak 39 guru dari SD Negeri Bundru, SD Inpres SP 3, SD Inpres SP 4, SD Inpres SP 2, dan SD Inpres SP 6 sudah mempraktikkan langsung pengoperasian PID, pemanfaat fitur anotasi layar, hingga pembuatan media interaktif berbasis _artifical intelligence_.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam pemerataan fasilitas pendidikan, yang tecermin dari capaian distribusi panel interaktif ke 75 persen sekolah di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat, belajar lebih cepat, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,” ujar Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan arahan tersebut, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menugaskan langsung para peserta Tim Ekspedisi Patriot untuk hadir memberikan dampak nyata di masyarakat.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat. Patriot muda harus jadi _problem solver_,” tegas Menteri Iftitah saat membuka Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 pada Sabtu (25/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono juga menambahkan keadaan empiris di lapangan diharapkan menjadi landasan penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik,” kata Menko AHY pada acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot pada Rabu, (29/07/26).
Anggota Tim 10 TEP ITB, Hilarius Donatus Hun, menegaskan tantangan jarak dan kondisi jalan berbatu menuju sekolah di pedalaman Yapsi tidak menyurutkan semangat tim untuk mendampingi guru sesuai kondisi lapangannya.
Tak hanya berhenti pada pendampingan, tim juga berencana menyerahkan hibah 15 unit laptop kepada 15 sekolah sasaran guna mendukung terwujudnya ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut akan dilengkapi dengan workshop ‘Pembelajaran Mendalam’ bersama akademisi Universitas Cenderawasih pada 19 September mendatang. (*)

























