Sorong, Lintasnews5terkini.com – Ketersediaan air yang terbatas akibat musim kemarau berkepanjangan menjadi tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya ikan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Masalah ini mulai teratasi lewat aksi nyata penyediaan pompa air dan pengaliran air ke kolam-kolam budidaya secara gotong royong oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB).
Kehadiran sarana ini berhasil mengaktifkan kembali 22 kolam budidaya yang dikelola beberapa Pokdakan di Distrik Klamono yang sebelumnya terhambat karena tak ada aliran air. Peternak ikan Distrik Klamono menyambut baik hadirnya aksi nyata ini karena terbukti memangkas hambatan ketersediaan air yang selama ini menyulitkan pemeliharaan ikan, terutama di musim kemarau.
“Ketersediaan air adalah kendala besar dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan adanya pompa ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan dan mengalirkan air dari sumber air terdekat ke kolam budidaya, sehingga kegiatan pemeliharaan ikan pada Pokdakan disini dapat berjalan lebih optimal,” ujar Ketua Pokdakan Alda Frida, pada Minggu (27/09/2026).
Sebelumnya warga, mengandalkan air hujan dan sungai untuk budidaya ikan. Saat kemarau, air sungai jadi alternatif utama, tetapi jaraknya yang jauh ke kolam membutuhkan sarana khusus untuk mengalirkan air.
Guna mengatasi kelangkaan air dan memulihkan budidaya ikan warga, Tim Ekspedisi Patriot UB bersama Pokdakan dan masyarakat setempat menyalurkan pompa serta selang 300 hingga 400 meter guna mengalirkan air dari Sungai Klasafet ke kolam-kolam warga.
“Kemarin kami sempat berdiskusi dengan beberapa Pokdakan, dan memang kendala utamanya ada di masalah air. Maka dari itu, kami menghadirkan pompa air yang dilengkapi selang sekitar 300 sampai 400 meter supaya masyarakat di Klamono bisa terbebas dari keterbatasan air,” ujar Anggota Tim Ekspedisi Patriot UB, Gilang Nur pada Jumat, (25/9/2026) lalu.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini memfokuskan langkah strategis pada percepatan swasembada energi dan swasembada air. Hal ini disampaikan saat Panen Raya di Kabupaten Malang (17/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya tindak lanjut atas berbagai persoalan yang ditemukan Tim Ekspedisi Patriot di lapangan agar dapat menghasilkan solusi yang konkret.
“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” ujar Menko AHY saat berdialog dengan para peserta Ekspedisi Patriot 2026 di Jayapura, Papua pada Jumat (17/9/2026).
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong seluruh anggota Tim Ekspedisi Patriot untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi selama menjalankan tugas.
“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman di acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot pada Jumat, (31/07/2026).
Kehadiran kolaborasi gotong royong dalam penyediaan sarana air ini menjadi bukti nyata dedikasi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya di kawasan dalam mengubah tantangan menjadi solusi, memangkas hambatan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kawasan Klamono. (*)

























