Nasional

Atasi Krisis Air Papua Barat, TEP Unhas Gandeng Polisi Salurkan Bantuan dari Rumah ke Rumah

×

Atasi Krisis Air Papua Barat, TEP Unhas Gandeng Polisi Salurkan Bantuan dari Rumah ke Rumah

Sebarkan artikel ini

Fakfak, Lintasnews5terkini.com — Krisis air mulai dirasakan warga Kampung Weri, Kawasan Transmigrasi Weri-Saharay, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Merespons situasi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan didampingi Polsek Weri langsung turun tangan melakukan penyaluran air bersih dari rumah ke rumah warga. Langkah cepat ini diambil karena mata air dan sumur warga mulai mengering, sehingga masyarakat sebelumnya harus berulang kali mencari dan menampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Polsek Weri membantu mendistribusikan air dari mata air di sekitar Kampung Saharay ke warga Kampung Weri. Selain membantu pemenuhan kebutuhan air, TEP juga memperbaiki akses jalan menuju sumber mata air dan Kampung Saharay yang mengalami kerusakan.

Anggota TEP Unhas Tim 15, Brien, mengatakan persoalan air diketahui setelah tim melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari pemantauan tersebut, tim menemukan mata air dan sumur di Kampung Weri mulai mengering, sementara mata air di Kampung Saharay masih mengalir.

“Di Kampung Saharay, mata airnya masih melimpah dan sampai sekarang masih mengalir. Sementara di Kampung Weri, masyarakat sudah kesulitan air karena mata air dan sumur warga mulai kering,” ujar Brien.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat warga harus berulang kali mengambil dan menampung air, baik pada pagi, siang, sore, maupun malam hari untuk memenuhi kebutuhan air baku.

Dalam pelaksanaannya, TEP Unhas berkoordinasi dengan Polsek Weri, terutama dalam penggunaan kendaraan untuk mengangkut dan mendistribusikan air. Brian mengatakan keterlibatan TEP menjadi penting karena tim berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui survei dari rumah ke rumah.

“Dari survei itu kami tahu rumah-rumah mana yang mulai kekurangan air. Polsek juga melakukan pendampingan, tetapi kami lebih dekat dengan masyarakat karena langsung turun dan mengecek kondisi rumah warga,” ujarnya.

Air kemudian didistribusikan ke tiga RT di Kampung Weri. Di setiap RT, terdapat satu rumah yang menjadi titik pusat distribusi untuk memenuhi kebutuhan air tiga hingga empat rumah warga di sekitarnya. Pola ini memungkinkan warga memperoleh air lebih dekat tanpa harus mengambil langsung dari sumber mata air di Kampung Saharay.

“Kalau titik tengahnya di rumah A, berarti air diisi di rumah A. Itu bisa mengakomodasi tiga sampai empat rumah,” jelas Brian.

Selain distribusi air, TEP Unhas juga membantu memperbaiki akses jalan menuju Kampung Saharay yang menjadi jalur menuju sumber mata air sekaligus penghubung antarkampung. Perbaikan dilakukan pada ruas yang rusak sekitar 800 meter hingga satu kilometer dari ujung jalan beraspal, menggunakan tanah, pasir, dan batu yang tersedia di lokasi.

“Di situ lumayan berbahaya, mobil bisa terbalik kalau jalannya salah. Makanya bagian itu yang kami perbaiki,” katanya.

Bantuan ini dirasakan langsung oleh warga penerima manfaat. Dorina Kabes, warga Kampung Weri, mengaku bersyukur atas kehadiran TEP dan Polsek Weri yang datang langsung ke rumahnya untuk menyalurkan air.

“Tim TEP dan Polsek Weri langsung tiba ke rumah dan memberi tahu bahwa akan diberikan air ke profil. Air yang dibagikan digunakan kami gunakan untuk memasak, kami bersyukur karena ada air yang dibantukan. Untuk kedepannya semoga kalo di profil sudah habis, bisa tolong diambilkan air lagi,” ujar Dorina.

Langkah Tim UNHAS ini sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemerataan akses air bersih hingga ke pelosok negeri.

“Kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI,” kata Prabowo dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat transmigrasi.

“Air bersih ini sumber hidup. Tanpa air bersih kita semua sulit untuk hidup,” disampaikan saat meninjau pembangunan Jalan Skory–Puay, Distrik Kemtuk, Kab. Jayapura, Kamis, (17/09/2026).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menekankan bahwa setiap program pendampingan di kawasan transmigrasi, termasuk Prafi, harus benar-benar memberi dampak nyata bagi warga.

“Kita harus memikirkan bagaimana anggaran ini memberikan multiplier effect yang maksimal,” ujarnya dalam Rapat Hasil Reviu TEP, Jakarta, Selasa (28/04/2026). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta