NasionalPemerintah

KKP Gandeng Kementerian BUMN Permudah Nelayan Akses BBM Murah

×

KKP Gandeng Kementerian BUMN Permudah Nelayan Akses BBM Murah

Sebarkan artikel ini

Lintasnews5terkini.com | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) murah bagi nelayan di Indonesia. Kerja sama ini terjalin melalui penandatanganan

Kesepakatan Bersama antara KKP dan Kementerian BUMN tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).

“Dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi biru, tentu KKP memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, terutama dukungan dari Kementerian BUMN dan PT Pertamina Patra Niaga,” ungkap Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). “Saya berharap kerja sama dengan Kementerian BUMN ini tidak terbatas hanya yang terkait dengan kebutuhan BBM, namun dapat ditindaklanjuti lagi dengan Perjanjian Kerja Sama untuk dukungan terhadap program pengembangan perikanan budidaya, pemberdayaan UMKM Kelautan dan Perikanan, hilirisasi industri kelautan dan perikanan, program Bulan Cinta Laut, dan program-program lainnya,” lanjut Trenggono.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, sinergitas antara Kementerian BUMN dan KKP merupakan wujud komitmen kedua belah pihak demi mengembangkan ekonomi biru sebagai sebuah ekosistem kelautan. Ia pun menegaskan kerja sama ini bukan pertama kalinya diantara dua instansi tersebut.

“Ini bukan MoU pertama, dari hasil diskusi kami akan ada empat program ke depan, tapi kita satu-satu dulu. Insya Allah ini menjadi tugas kami semua sebagai pembantu presiden untuk memastikan apa yang sudah dilakukan pemerintah hari ini dapat bermanfaat bagi masyakat Indonesia,”ujar Erick.

Erick menjelaskan, Indonesia sejatinya terdiri dari 75% laut dan 25% darat. Dengan berbagai sumber daya alam yang dihasilkan, Indonesia perlu mengelola dengan baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di negara sendiri, salah satunya dengan melakukan hilirisasi sumber daya alam.

“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, jika berbicara mengenai hilirisasi sumber daya alam, termasuk mengenai ekonomi hijau, ekonomi biru, dan industri pangan, kita harus melihat bagaimana pengembangan industri ke depan. Jadi, jangan hanya sumber daya alam kita diambil saja oleh negara lain dan menjadi pertumbuhan ekonomi bangsa lain, market kita besar, kita sepakati 7 titik yang ada di tempat-tempat nelayan,” tandasnya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Trenggono, KKP telah menggagas lima kebijakan Ekonomi Biru meliputi perluasan target kawasan konservasi perairan, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pembangunan perikanan budidaya ramah lingkungan, pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penangangan sampah plastik di laut melalui Program Bulan Cinta Laut.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, siap menjadi motor penggerak transformasi sektor kelautan dan perikanan yang modern dan berkelanjutan di Indonesia. Di mana KKP menargetkan, kebijakan tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tapi juga menjaga kelestarian ekosistem perikanan.

“Melalui penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur, ikan hasil tangkapan akan didaratkan di pelabuhan tertentu, maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah serta serapan tenaga kerja yang besar. KKP dalam hal ini akan membangun pelabuhan perikanan dan kampung-kampung nelayan maju yang akan meningkatkan kualitas dan produktivitas kehidupan nelayan dan keluarganya. Tentu dibutuhkan sinergi untuk memenuhi kebutuhan masyakat terhadap ketersediaan BBM secara efektif dan terjangkau,” pungkasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kesepakatan bersama tersebut, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen Perikanan Tangkap KKP dengan PT Pertamina Patra Niaga tentang Dukungan
Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi di Kampung Nelayan dan Pelabuhan Perikanan. Kerja sama ini untuk mensinergikan pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak yang efektif dan terjangkau di lokasi-lokasi tadi.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan, 387 SPBU khusus untuk nelayan sudah beroperasi dan akan menambahkan 30 SPBU lagi di tahun ini. Sinkronisasi data antara KKP, Pertamina, dan koperasi nelayan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

“Terdapat tiga hal yang akan Pertamina pastikan untuk kebutuhan BBM bagi nelayan. Pertama, ketersediaan. Kedua, aksesibilitas. Dengan adanya zona baru, kita memastikan bahwa lokasi-lokasi ini lebih tepat, sehingga akses bagi nelayan bisa terjamin. Ketiga, keterjangkauan (harga). Semua SPBU akan ditetapkan harga subsidi yang sama di seluruh Indonesia, yakni 6.500/liter,” jelas Alfian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta