Lintasnews5terkini.com,Makassar
UPT Balai KB Kecamatan Manggala melaksanakan kegiatan pelayanan Keluarga Berencana atau KB di Puskesmas Antang Perumnas dari anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari BKKBN yang dilaksanakan di masing-masing wilayah kecamatan yang bekerja sama dengan puskesmas di wilayah tersebut.
KB menurut (WHO) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami-istri untuk menghindari kelahiran tidak diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran, mengontrol waktu kelahiran dalam hubungan dengan umur suami dan istri,serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Untuk itu, pada kegiatan pelayanan tersebut metode alat kontrasepsi yang di layani yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang atau MKJP yaitu IUD dan Implan.
Metode kontrasepsi IUD dan Implan merupakan alat kontrasepsi yang memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan. IUD dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun sedangkan implan dapat digunakan untuk mencegah kehamilan hingga 3 tahun.
Kegiatan pelayanan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Oktober 2023. Diikuti sekitar 40 peserta KB atau disebut pula sebagai akseptor. Dari 40 akseptor tersebut diketahui bahwa beberapa dari mereka merupakan akseptor KB baru, ada pula yang sebelumnya sudah menggunakan alkon dan ingin kembali memasangnya, serta ada pula yang melakukan ganti cari atau ganti metode penggunaan alkon dalam hal ini dari alkon suntik atau pil kemetode alkon implan.
Mahasiswa magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesitas Hasanuddin yang ikut terlibat dalam kegiatan pelayanan KB ini adalah Nurul Amaliah dan Nursafitri Azzahrah. Keterlibatan mereka pada kegiatan tersebut yaitu turut memberikan edukasi dengan media leaflet serta melakukan wawancara kepada akseptor pada kegiatan pelayanan tersebut.
“saya memilih implan karena sebelumnya saya pernah mengalami kehamilan yang tidak direncanakan sebanyak 2 kali yang dimana pada saat itu saya pernah menggunakan 2 jenis KB yang berbeda. Pada saat setelah melahirkan anak pertama saya menggunakan alkon suntikan 3 bulan, dan saya telat untuk melakukan suntik kembali sehingga menyebabkan saya hamil anak kedua. Lalu setelah itu saya menggunakan pil, namun karena saya salah memahami terkait penggunaan alkon pil menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak saya rencanakan lagi untuk anak ketiga. Sehingga kali ini, saya memilih menggunakan implan karena jangka waktunya lumayan panjang” tutue alasan salah satu akseptor yang memilih mengganti cara atau metode kontrasepsi ke Implan.
Kegiatan pelayanan KB di Puskesmas Antang Perumnas ini berjalan lancar sebagaimana keikutsertaan Pasangan Usia Subur atau PUS cukup banyak. Untuk itu, diharapkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dapat tercapai yaitu kepesertaan ber-KB dapat meningkat.

























