Jakarta, Lintasnews5terkini.com — Keberhasilan perusahaan tidak semata diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari dampak dan peran yang dijalankan dalam mendukung masyarakat serta menjaga keberlanjutan produk lokal Indonesia. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direksi Sarinah di Gedung BP BUMN, Jakarta, pada 15 September 2026.
Dony menekankan agar Sarinah tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memiliki misi untuk menjaga keberlanjutan produk lokal, budaya, dan keterampilan bangsa.
“Kalau Mandiri menyetorkan 50 triliun, itu sama nilainya dengan Sarinah kalau mampu menjalankan misinya dengan baik. Masing-masing kan tidak selalu dinilai dengan uang,” ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN.
Peran tersebut diwujudkan Sarinah melalui dukungan terhadap pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan Indonesia Timur serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya melalui skema pembelian putus yang memberikan kepastian pasar bagi produk lokal sekaligus membantu menjaga keberlanjutan keterampilan tradisional seperti menenun dan membatik.
Selain membuka akses pasar, Sarinah juga menjalankan pembinaan secara berkelanjutan kepada pelaku usaha lokal. Pembinaan tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan diri pelaku usaha terhadap nilai dan harga karya yang mereka hasilkan.
Sarinah berkomitmen menjadi pusat pengalaman budaya terdepan di Indonesia dengan memadukan perdagangan, kreativitas, dan pengalaman yang inklusif. Melalui peran tersebut, perusahaan terus memperkuat ruang bagi produk lokal untuk tumbuh sekaligus menjaga warisan budaya dan keterampilan bangsa.
Dony mengapresiasi perkembangan transformasi Sarinah dan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dengan misi yang lebih luas yang melekat pada perusahaan.
“Saya sangat happy dengan perkembangan Sarinah. Insya Allah transformasinya berjalan terus. Bukan itu (untung gede) yang kita cari, tapi ini misinya jauh lebih besar daripada sekadar komersial. Ada historical value,” ujar Dony.
Dengan arah tersebut, transformasi Sarinah tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga memastikan perannya dalam menjaga produk lokal, mendukung UMKM, serta melestarikan budaya dan keterampilan bangsa dapat terus berjalan secara berkelanjutan. (*)

























