Jakarta, Lintasnews5terkini.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Indonesia Country Platform dari Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance.
Platform tersebut diketahui memiliki peran penting dalam mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghubungkan prioritas pembangunan Indonesia dengan pembiayaan, modal, dan peluang investasi.
Kegiatan peluncuran platform tersebut termasuk tindak lanjut dari hasil Fourth International Conference on Financing for Development (FFD4) di Sevilla, Spanyol, pada 2025.
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan dan Investasi Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka menyebut platform tersebut penting untuk memperluas peran sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan.
“Menutup kesenjangan pembiayaan SDGs membutuhkan mobilisasi sumber daya yang jauh lebih besar, termasuk dari sektor swasta. GISD Country Platform menyediakan ruang untuk mempertemukan prioritas pembangunan dengan pembiayaan, investasi, dan kapasitas dari berbagai pemangku kepentingan. Yang penting adalah memastikan kolaborasi ini diterjemahkan menjadi strategi dan inisiatif pembiayaan yang konkret, dapat diperluas, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Putut dalam keterangannya, Kamis (8/10/26).
Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menyebut keterlibatan sektor swasta diperlukan untuk menerjemahkan komitmen pembiayaan pembangunan menjadi investasi konkret.
“Sektor swasta membawa lebih dari sekadar modal. Dunia usaha membawa solusi, keahlian, jaringan, dan peluang investasi yang dapat dikembangkan menjadi project pipeline. Country Platform menyediakan ruang untuk menghubungkan berbagai kapasitas tersebut dengan agenda strategis pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, investor, dan lembaga keuangan untuk mengembangkan proyek secara lebih terstruktur. Di Indonesia, kami memfokuskan upaya ini pada sektor rumput laut melalui Indonesia Seaweed Incorporated,” terang Shinta. (*)

























