Makassar, lintasnews5terkini , – Debat terbuka calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar digelar pada Selasa, 29 Oktober 2024, pukul 14.15 WITA, di Ballroom Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, Jl. Chairil Anwar No. 28, Kota Makassar. Debat yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini mengangkat isu-isu utama, termasuk lingkungan, infrastruktur, krisis pangan dan energi, serta pengelolaan sumber daya alam.
Hadir dalam acara tersebut Ketua KPU Kepulauan Selayar, Ketua Bawaslu Kepulauan Selayar, Kasi Intel Kejari Kepulauan Selayar, pimpinan SKPD, pimpinan partai politik, para panelis debat, liaison officer (LO) masing-masing pasangan calon, serta awak media.
Tiga pasangan calon yang mengikuti Pilkada Kepulauan Selayar 2024 adalah:
Paslon Nomor Urut 1 – H. Muhammad Natsir Ali – Drs. H. Muchtar, M.M. (NAM), diusung oleh Golkar, PAN, Gerindra, Demokrat, dan PDIP.
Paslon Nomor Urut 2 – Ir. H. Ady Ansar, S.Hut., M.MPub., IPM – H. M. Suwadi, S.E (ASA), diusung oleh koalisi Nasdem, PKS, PKB, dan PSI.
Paslon Nomor Urut 3 – Abdul Rahman Masriat – Daeng Marowa (ADAMA), yang maju melalui jalur perseorangan.
Debat ini turut dihadiri simpatisan dari masing-masing pasangan calon, dengan jumlah sekitar 50 orang per tim.
Debat dimulai pukul 14.15 WITA dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan jingle Pilkada. Ketua KPU Kepulauan Selayar, Andi Dewantara, memberikan sambutan sekitar pukul 14.30 WITA, diikuti pembacaan doa dan tata tertib oleh moderator.
Debat ini berlangsung dalam lima segmen yang mencakup penyampaian visi misi, pendalaman isu terkait bencana alam, polusi, perubahan iklim, krisis energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur. Pada segmen keempat dan kelima, pasangan calon diberikan kesempatan untuk bertanya jawab dan memberikan sanggahan. Acara diakhiri dengan penutupan serta hiburan sekitar pukul 17.40 WITA.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. Debat ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat Kepulauan Selayar dalam menentukan pilihan terbaik pada Pilkada mendatang.

























