MAKASSAR, Lintasnews5terkini.com — Ketua Organisasi Laskar Garuda Indonesia Bersatu (LGI.B), Mukram, bersama jajaran anggotanya menunjukkan aksi kepedulian dan solidaritas dengan menjenguk salah satu anggota yang sedang sakit di Rumah Sakit Akademis Makassar, Selasa (18/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mukram didampingi sejumlah anggota LGI.B untuk membesuk Korlap LGI.B yang akrab disapa Ibnu. Diketahui, Ibnu merupakan anggota Ormas LGI.B Kecamatan Bontoala yang telah beberapa hari menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kedatangan Ketua dan jajaran pengurus LGI.B menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral kepada anggota yang tengah mengalami musibah. Suasana haru dan kekeluargaan begitu terasa saat rombongan memberikan semangat serta doa kepada Ibnu dan keluarganya.
Mukram mengatakan bahwa kepedulian terhadap sesama anggota merupakan kewajiban dalam keluarga besar Ormas LGI.B Kota Makassar.
“Sejatinya Ormas LGI.B adalah keluarga. Oleh karena itu, ketika salah satu dari kita ada yang merasakan sakit, itu berarti kita semua turut merasakannya juga,” ujar Mukram.
Ia juga mengajak seluruh anggota LGI.B untuk terus memberikan dukungan, perhatian, dan doa kepada anggota yang sedang mengalami musibah atau kesulitan.
“Alhamdulillah kami atas nama keluarga besar Ormas LGI.B DPP dan DPAC Kecamatan Bontoala bisa sedikit membantu keluarga kita yang sedang terkena musibah dengan memberikan sedikit bantuan serta penyemangat untuk kebutuhan lainnya. Doa terbaik, mudah-mudahan saudara kita lekas sembuh dan sehat kembali,” tambahnya.
Tangis haru bercampur bahagia terlihat di wajah Ibnu dan keluarganya. Mereka mengaku bangga dan terharu atas kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar LGI.B.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pak Ketum beserta kawan-kawan yang lain yang telah peduli kepada saya dan keluarga. Semoga Ormas LGI.B semakin solid dan selalu kompak,” ungkap Ibnu.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas dan rasa kekeluargaan di tubuh Ormas LGI.B terus terjaga, tidak hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam momen kemanusiaan dan sosial antaranggota.
(Andi Agung)

























