MAKASSAR, Lintasnews5terkini.com — Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati 2026, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) menggelar kegiatan siaran “Inspirasi Siang” di INSANIA FM Radio Network, Jumat (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WITA tersebut mengangkat tema “Flora dan Fauna Identitas Sulawesi Selatan” dengan fokus pembahasan mengenai pentingnya menjaga Burung Rangkong dan Pohon Lontar sebagai bagian dari kekayaan hayati daerah.
Dalam kegiatan tersebut, UKM P.A.L diwakili oleh Nusyahri Ramadhani, anggota Badan Keilmuan angkatan 2024 Program Studi Kehutanan (Gladimula 31), serta Agies, anggota Bidang Kepetualangan angkatan 2024 Program Studi Konservasi Hutan (Gladimula 31). Keduanya membahas kondisi lingkungan yang saat ini semakin menghadapi berbagai ancaman akibat kerusakan habitat, eksploitasi sumber daya alam, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga flora dan fauna lokal.
Burung Rangkong disebut sebagai salah satu fauna penting yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Satwa tersebut berfungsi membantu penyebaran biji berbagai jenis tumbuhan sehingga berperan penting dalam proses regenerasi hutan secara alami.
Sementara itu, Pohon Lontar dikenal sebagai flora khas yang memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Mulai dari daun, batang, hingga buahnya telah lama dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Selain itu, pohon lontar juga memiliki fungsi ekologis sebagai penahan erosi dan penyimpan cadangan air di lingkungan sekitar.
Nusyahri Ramadhani menyampaikan bahwa menjaga flora dan fauna bukan hanya tentang melindungi satwa dan tumbuhan, tetapi juga menjaga identitas daerah dan keberlangsungan kehidupan di masa depan.
“Keberadaan Burung Rangkong dan Pohon Lontar menjadi simbol penting yang menunjukkan kekayaan alam Sulawesi Selatan yang harus dipertahankan bersama melalui edukasi dan aksi nyata di lingkungan sekitar,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Agies menambahkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana seperti tidak merusak habitat, mengurangi penggunaan sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan dan konservasi.
“Menjaga alam berarti menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya,” katanya.
Melalui kegiatan siaran “Inspirasi Siang” ini, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam UKM Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga flora dan fauna identitas Sulawesi Selatan. Media radio dinilai menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat sejak dini serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan yang terus mengalami penurunan akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan kawasan hutan, pembukaan lahan secara berlebihan, hingga perburuan satwa liar disebut sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan flora dan fauna khas Sulawesi Selatan.
Mahasiswa UKM P.A.L menilai, jika kondisi tersebut terus terjadi, maka keberadaan Burung Rangkong dan Pohon Lontar akan semakin berkurang dan kehilangan habitat alaminya. Karena itu, upaya pelestarian dinilai harus dilakukan secara bersama melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Selain memiliki manfaat ekonomi, Pohon Lontar juga disebut memiliki nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat lokal di beberapa daerah Sulawesi Selatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa flora lokal bukan hanya menjadi sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga keberadaannya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) menegaskan bahwa edukasi lingkungan seperti “Inspirasi Siang” perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga flora dan fauna identitas Sulawesi Selatan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam dan generasi mendatang.
Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan perburuan liar, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta ikut menanam pohon dinilai dapat menjadi awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.

























