Takalar, Lintasnews5terkini.com – Kekecewaan mendalam dirasakan sejumlah siswa peserta Lomba Adzan Semarak Ramadan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar pada bulan suci Ramadan lalu. Hingga saat ini, beberapa peserta yang berhasil meraih prestasi mengaku belum menerima hadiah maupun piala yang dijanjikan.
Kegiatan Semarak Ramadan tersebut diikuti oleh peserta dari 11 kecamatan se-Kabupaten Takalar. Setiap peserta hadir dengan pendamping dari guru maupun pihak sekolah. Perlombaan adzan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan sebagai bagian dari syiar Islam dan pembinaan karakter siswa selama bulan Ramadan.
Namun, di balik semangat perlombaan yang berlangsung saat para peserta menjalankan ibadah puasa, muncul keluhan dari sejumlah pihak terkait belum adanya penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Salah seorang juri yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya juga merasa kecewa terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami saja, Pak, tidak ada insentif sebagai juri. Bahkan penyampaian dari pihak dinas bahwa memang tidak ada amplop untuk juri,” ujarnya.
Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh para siswa yang berhasil meraih juara. Salah seorang peserta yang berhasil meraih Juara I mengaku sedih ketika ditanya oleh ayahnya mengenai piala yang seharusnya diterima sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.
“Mana pialata nak?” tanya sang ayah.
“Tidak ada ji,” jawab anak tersebut.
Orang tua siswa yang juga berprofesi sebagai jurnalis menilai kejadian ini memberikan contoh yang kurang baik kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda yang telah berjuang dan berlatih keras untuk mengikuti perlombaan.
“Sebagai orang tua siswa, saya sangat kecewa atas kejadian ini. Anak-anak sudah berlatih jauh hari sebelum perlombaan dan bertanding dalam kondisi berpuasa. Seharusnya ada bentuk penghargaan, minimal piala atau ucapan selamat kepada para juara,” ungkapnya.
Menurutnya, para peserta bahkan turut menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar. Namun, hingga kegiatan berakhir, para juara tidak menerima hadiah maupun penghargaan secara resmi.
“Anak saya bilang saat acara buka puasa bersama tidak ada penyerahan hadiah, bahkan tidak ada ucapan selamat kepada para juara,” tambahnya.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai tindak lanjut dan komitmen penyelenggara terhadap hasil perlombaan yang telah dilaksanakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan belum diserahkannya hadiah dan piala kepada para pemenang lomba adzan Semarak Ramadan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
(Ansar)

























