Nasional

Kisah Pengabdian Patriot Transmigrasi: Almarhum Rohid Dikenang Penuh Haru dalam Wisuda ITS

×

Kisah Pengabdian Patriot Transmigrasi: Almarhum Rohid Dikenang Penuh Haru dalam Wisuda ITS

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Lintasnews5terkini.com – Kementerian Transmigrasi menyoroti kisah almarhum Abdul Rohid, anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025, dalam prosesi wisuda di Gedung Grha Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (18/4). Rohid meninggal dunia setelah sebelumnya terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Alih-alih segera menyelesaikan prosesi kelulusannya pada 2025, Rohid memilih menunda wisuda untuk bergabung dalam program Transmigrasi Patriot. Ia turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat di kawasan transmigrasi yang kini berkembang sebagai salah satu sentra produksi durian nasional dan telah menembus pasar ekspor.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa keputusan tersebut mencerminkan pilihan hidup yang tidak banyak diambil generasi muda. Rohid dinilai tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan kawasan.

“Beliau seharusnya wisuda pada bulan September tahun lalu, namun ia memilih menunda itu semua. Rohid memilih bergabung dalam program Transmigrasi Patriot. Ia memilih turun ke lapangan. Ia memilih mengabdi. Itu tentu bukanlah keputusan biasa. Itu adalah keputusan hidup,” ucapnya.

Di lapangan, kontribusi Rohid menjadi bagian dari kerja kolektif yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan. Kawasan Bahari Tomini Raya sendiri saat ini berperan penting dalam produksi durian di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk dalam rantai pasok komoditas ekspor.

“Transmigrasi hari ini menyumbang sekitar 80% produksi durian di Kabupaten Parigi Moutong, dengan nilai ratusan miliar hingga mendekati satu triliun rupiah per tahun. Dan di tempat itulah almarhum pernah bertugas. Artinya, apa yang hari ini kita lihat sebagai keberhasilan, sebagai produk yang menembus pasar dunia, di sana ada jejak langkah almarhum,” kata Mentrans.

Di luar aktivitasnya, Rohid dikenal menjalani hidup sederhana dan mandiri. Ia memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan bercita-cita memberangkatkan orang tuanya untuk umroh dan ingin adiknya, Aprilia Nur Intan Saputri, menjadi sarjana. Keinginan tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita hidupnya yang kemudian diketahui keluarga setelah ia wafat.

“Kementerian Transmigrasi akan menyerahkan bantuan beasiswa kepada adiknya hingga lulus SMA. Dan kami mengapresiasi komitmen dari ITS yang akan ikut menjembatani agar adiknya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ucap Mentrans.

Selain itu, momen menjadi penuh makna ketika inovasi karya almarhum Abdul Rohid berupa sebuah air purifier resmi diserahkan kepada ITS, sebagai wujud kontribusi nyata yang diharapkan dapat terus dikembangkan hingga memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Hari ini juga diserahkan hasil inovasi saudara Abdul Rohid berupa air purifier yang diberikan kepada ITS dan kami insyaallah akan mencoba melihat apa air purifier yang diberikan dan kami akan mengembangkan agar menjadi lebih baik lagi,” ucap Rektor ITS Bambang Pramujati.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa program Transmigrasi Patriot tidak hanya berfokus pada mobilitas tenaga muda, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia unggul yang terlibat langsung dalam pembangunan kawasan. Keterlibatan generasi muda di lapangan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis wilayah.

Kementerian Transmigrasi menyatakan bahwa pengalaman dan kontribusi Rohid menjadi bagian dari proses tersebut, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan membutuhkan kehadiran langsung sumber daya manusia yang siap bekerja dan mengabdi.

“Almarhum Abdul Rohid tidak hanya menyelesaikan studinya, tetapi ia telah menyelesaikan tugas hidupnya sebagai anak yang berbakti, manusia yang berguna, dan patriot bagi bangsanya,” kata Mentrans.

“Selamat jalan Abdul Rohid. Kami akan melanjutkan mimpimu dan jalan pengabdian yang telah engkau bukakan, agar hidup ini benar-benar bermakna,” lanjutnya menutup sambutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penyampaian Resmi Disampaikan kepada seluruh instansi pemerintah, baik TNI maupun Polri, agar tidak melayani atau memberikan akses informasi kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan media Lintasnews5terkini.com namun tidak terdaftar secara resmi dalam Box Redaksi. Hal ini penting guna menghindari terjadinya penyalahgunaan identitas, menjaga kredibilitas institusi, serta memastikan bahwa setiap bentuk kerja sama maupun pelayanan informasi hanya diberikan kepada pihak yang memiliki legitimasi yang sah. Demikian penyampaian ini dibuat untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dalam Peliputan Wartawan Lintas5terkini.com dibekali dengan Kartu Id. Card dan Surat tugas tidak dibenarkan Menerima Imbalan