Politik

IMF Pertanyakan Kenapa Indonesia Melarang Ekspor Nikel dan Bauksit, PSI: Indonesia Negara Berdaulat

×

IMF Pertanyakan Kenapa Indonesia Melarang Ekspor Nikel dan Bauksit, PSI: Indonesia Negara Berdaulat

Sebarkan artikel ini
Andre Vincent Wenas, MM,MBA. Ketua DPP PSI / Juru Bicara bidang Ekonomi

Lintasnews5terkini.com | Jakarta – Baru saja Menko Luhut “menegur” International Monetary Fund (IMF) agar tidak macam-macam perihal pelarangan ekspor nikel dan bauksit oleh Indonesia.

“Kita ini negara berdaulat, dan kita tidak mau terus menerus hanya ekspor bahan baku mentahan. Harus ada proses penciptaan nilai tambah, baru kemudian di ekspor sebagai produk jadi atau kalau perlu yang branded. Nilai tambahnya khan disitu,” ujar Andre Vincent Wenas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia merangkap juru bicara bidang ekonomi dalam keterangannya, Selasa, 21 Maret 2023.

Lalu dikatakan bahwa, “Sejauh ini Indonesia khan telah berhasil menarik investasi asing langsung sebesar 45,6 miliar dollar AS pada tahun lalu. Ini merupakan rekor tertinggi lho sejak tahun 2000. Sedangkan untuk nilai ekspor nikel saja kita mencapai 33,8 miliar dollar AS pada 2022. Dari angka itu 14,3 miliar dollar AS dihasilkan dari ekspor besi dan baja. Ini khan luar biasa.”

IMF baru-baru ini mendatangi kantor Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Jumat, 17 Maret 2023) dan menanyakan soal pelarangan ekspor raw material (critical material). Persisnya apa alasan Indonesia melarang ekspor biji nikel mentah, serta sekarang juga melarang ekspor bauksit.

PSI menilai, “Ini sejalan dengan program hilirisasi industri nasional.
Saat ini kita sudah bisa mengekspor besi dan baja, bukan lagi bijih nikel sejak Presiden Joko Widodo melarang ekspor bijih nikel. Begitu juga dengan timah, bauksit, tembaga, dan lainnya bakal dilakukan hal yang sama.”

Indonesia mulai masuk dalam industri mobil listrik. Produksi baterai mobil listrik akan dimulai pada tahun 2024. Industrialis dari Korea dan China seperti LG dan CATL sudah mulai konstruksi pabrik di Kawasan Karawang. Ekosistemnya dari hulu ke hilir.

“Ingat lho, dalam perdagangan internasional saat ini Indonesia tidak sedang melawan siapapun, justru kita bermaksud untuk bersahabat dengan siapa saja. Kita terbuka untuk aliansi dan justru mempersilakan negara-negara lain untuk berinvestasi serta membangun industri pengolahan pertambangannya di Indonesia,” kata Andre lebih lanjut.

Menutup percakapannya Andre Vincent Wenas menegaskan, bahwa untuk “Menjadi negara maju itu khan hak setiap negara, kewajiban kita adalah memperjuangkannya. Kita punya aturan main atau regulasi yang harus mereka patuhi. Kita negara berdaulat, jangan macam-macam, apalagi mencoba menghalangi Indonesia jadi negara maju. Mari beraliansi saja, khan lebih enak begitu.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta