Merauke, Papua Selatan, Lintasnews5terkini.com — Dugaan penyelundupan satwa dilindungi kembali terungkap di Bandara Mopah, Merauke. Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua Selatan, Badan Karantina Indonesia (Barantin), berhasil menggagalkan pengiriman ratusan reptil yang diselundupkan melalui kargo keberangkatan.
Kepala Karantina Papua Selatan, Cahyono, dalam siaran pers pada Selasa (21/1) mengungkapkan, upaya penyelundupan terdeteksi saat petugas mencurigai paket terbungkus karung tanpa keterangan. “Petugas mendengar suara mencurigakan dan gerakan di dalam karung. Setelah melalui mesin X-ray, terlihat gambaran hewan menyerupai kadal dan ular,” jelas Cahyono.
Koordinasi segera dilakukan dengan TNI, Polri, Avsec Bandara Mopah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Merauke untuk memeriksa paket tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 143 ekor reptil yang terdiri dari:
• 2 ekor ular sanca karpet (Morelia spilota harrisoni)
• 2 ekor sanca hijau (Morelia viridis)
• 21 ekor sanca permata (Simalia amethistina)
• 14 ekor biawak cokelat (Varanus panoptes)
• 14 ekor kadal lidah biru (Tiliqua gigas)
• 90 ekor soa payung (Chlamydosaurus kingii)

Beberapa di antaranya merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, termasuk soa payung, biawak cokelat, dan sanca hijau.
Tindakan ini melanggar Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara hingga dua tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.
Cahyono menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan pengawasan ketat sesuai regulasi. “Karantina Papua Selatan selalu mematuhi arahan Kepala Barantin untuk menjaga keamanan pangan, mencegah penyebaran jenis asing invasif, serta melindungi satwa liar dan langka di wilayah pengawasan,” ujarnya.
Saat ini, reptil-reptil tersebut ditahan di kandang Karantina untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. “Petugas telah memindahkan hewan-hewan ini ke kotak yang lebih sesuai agar mereka dapat hidup lebih leluasa,” pungkasnya.

























