Bone

Bone Hari Ini Tidak Baik-baik Saja

×

Bone Hari Ini Tidak Baik-baik Saja

Sebarkan artikel ini

Hari ini Bone tidak baik-baik saja. Rakyat sedang berada dalam keadaan paceklik. Harga kebutuhan pokok tinggi, hasil panen tidak sebanding dengan jerih payah, sementara beban hidup semakin berat. Di tengah kesulitan ini, lahir sebuah kebijakan baru dari pemerintah daerah: kenaikan PBB-P2 yang mencekik rakyat, tanpa sosialisasi, tanpa analisis, bahkan tanpa kajian yang berpihak pada kondisi masyarakat.

Ironisnya, DPRD sebagai wakil rakyat justru lambat mengetahui kebijakan ini, namun akhirnya banyak yang menyetujui. Padahal seharusnya merekalah yang menjadi garda pertama membela rakyat. Keadaan ini membuat rakyat bertanya-tanya: apakah semua ini hanya sandiwara? Ataukah memang ada “sutradara” yang mengendalikan kebijakan ini dari balik layar?

Jika benar demikian, maka ini adalah bentuk kesewenang-wenangan, bahkan dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Petuah Bugis tentang Kepemimpinan

Dalam Lontara Bugis, para leluhur menitipkan pesan luhur kepada para pemimpin

“ *Aja muarani tauwe ri lino, najajié mupatettongengngi ade’, mupatuoi taué. Narekko muaréwi ri lino, najajié muwarani Dewata Seuwaé.”*

(Jangan kau sakiti rakyatmu di dunia ini, karena tugasmu adalah menegakkan aturan dan menyejahterakan mereka. Jika engkau menyakiti rakyat, berarti engkau menantang Allah Yang Maha Esa).

Seorang pemimpin Bugis akan kehilangan kehormatan (siri’) bila ia mengkhianati amanah rakyat. Dan seorang wakil rakyat akan kehilangan jati dirinya bila hanya menjadi corong kepentingan penguasa.

Dalam pandangan Islam tentang Amanah dan Hisab Kepemimpinan

Rasulullah SAW bersabda:

“Imam (pemimpin) adalah penggembala, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Bahkan Umar bin Khattab pernah berkata:

“Seandainya ada seekor keledai yang terperosok di Irak, aku takut Allah akan menuntutku, mengapa aku tidak meratakan jalannya.”

Jika seekor hewan saja begitu dipikirkan oleh seorang pemimpin, apalagi rakyat yang lapar, yang rumah tangganya terguncang karena beban pajak yang mencekik.

Wahai para pemimpin Bone, sadarlah. Berhentilah membuat dalih pembenaran. Jangan mencari celah untuk lari dari tanggung jawab. Negeri ini adalah republik, bukan kerajaan. Kekuasaan kalian bukan warisan tahta, melainkan amanah rakyat.

Kepada DPRD, wahai wakil rakyat: jangan sampai kalian menjadi simbol pengkhianatan. Kembalilah kepada jati diri Bugis. Tegakkan getteng (ketegasan), jagalah malempu (kejujuran), hormatilah rakyat dengan sipakatau, dan peliharalah siri’ kalian. Karena tanpa itu semua, kalian hanyalah boneka yang dikendalikan oleh kepentingan sesaat.

Ingatlah, setiap kebijakan yang lahir akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan rakyat, tetapi juga di hadapan Allah SWT kelak. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada para pemimpin kita, melembutkan hati mereka, dan menjauhkan Bone dari kebijakan zalim. Semoga para pemimpin kembali ke jalan yang benar, menegakkan amanah sesuai petuah Bugis dan tuntunan Islam.

Dan kepada rakyat Bone, mari kita tetap menjaga siri’ na pesse. Jangan pernah menyerah. Kita bersatu bukan untuk melawan pemimpin, tetapi untuk meluruskan arah kepemimpinan agar kembali ke jalan yang benar.

Karena sesungguhnya, kekuatan rakyat jauh lebih besar daripada tirani kekuasaan.

 

Oleh:

Irham Ihsan

Ketua Sompung Lolona Cenrana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta