Palu, Lintasnews5terkini.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar upacara tradisi Pedang Pora sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Inspektur Jenderal Polisi Nasri, S.I.K., M.H., di Halaman Markas Polda Sulawesi Tengah, Kamis (15/10/2026).
Prosesi pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah yang baru, Irjen Pol. Rizal Irawan, S.I.K., M.H., usai pelaksanaan seluruh rangkaian upacara serah terima jabatan (sertijab) pucuk pimpinan Polda Sulteng.
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman Mapolda Sulteng ketika Irjen Pol. Nasri bersama Ny. Lina Nasri melangkah melewati barisan perwira muda yang membentuk gerbang kehormatan dengan menghunuskan pedang. Tradisi Pedang Pora ini menjadi simbol penghormatan, kebanggaan, serta ungkapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di institusi Polri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., bersama Irwasda dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng. Hadir pula para Kapolres dan Kapolresta jajaran dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, yang bersama-sama memberikan penghormatan kepada pejabat lama beserta istri.
Jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah juga turut hadir dalam prosesi tersebut. Kehadiran mereka menjadi wujud apresiasi dan penghargaan atas kontribusi Irjen Pol. Nasri beserta Ny. Lina Nasri dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta pengembangan organisasi selama menjabat di Polda Sulteng.
Momen pelepasan semakin terasa emosional ketika seluruh personel Polda Sulteng, mulai dari perwira, bintara hingga tamtama, berbaris rapi membentuk pagar kehormatan. Dengan penuh rasa hormat, para personel mengantarkan langkah Irjen Pol. Nasri beserta istri hingga menuju gerbang keluar Mapolda Sulteng.
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Achmad Muhaimin menyampaikan bahwa tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi institusi kepada pejabat yang telah mendedikasikan diri dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada Polri.
“Tradisi Pedang Pora ini merupakan wujud penghormatan, rasa kekeluargaan, dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri, khususnya Polda Sulawesi Tengah. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan kepemimpinan yang telah ditorehkan, serta berharap semangat pengabdian tersebut dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel,” ujar Kombes Pol. Achmad Muhaimin.
Ia juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kami berharap seluruh personel Polda Sulawesi Tengah terus menjaga soliditas, meningkatkan kinerja, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Semangat kebersamaan dan pengabdian harus senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan tugas demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sulawesi Tengah,” tutupnya. (*)

























