News

Pejabat Pamer Harta, Demokrasiana Institute: Tanda Tidak Peka Pada Rakyat

×

Pejabat Pamer Harta, Demokrasiana Institute: Tanda Tidak Peka Pada Rakyat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, LintasNews5Terkini.com — Ramai kejadian dimana beberapa pejabat dinilai memilki besaran harta yang tidak wajar, beberapa dari mereka bahkan cenderung secara terbuka memamerkan kepada publik harta yang mereka miliki. Kasus yang menjerat salah seorang pejabat Kementerian Keuangan dan aksi pamer harta oleh oknum pejabat bea cukai menjadi perhatian publik, terbaru seorang pejabat Kemensetneg dicopot karena istrinya doyan pamer harta di media sosial.

Situasi ini mendapat sorotan dari Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam. Pihaknya menilai aksi pamer harta yang dilakukan oknum pejabat menandakan matinya sensibilitas sosial terhadap kehidupan rakyat.

“Memang sangat aneh, saat rakyat masih berjuang untuk bangkit secara ekonomi pasca pandemi, beberapa pejabat justru sibuk pamer harta, sensibilitas kemanusiaannya wajib dipertanyakan,” ungkap Zaenal dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (20/3).

 

Demokrasiana Institute memandang tindakan pejabat yang gemar pamer harta semakin menjatuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

 

“Secara otomatis kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan terkikis, rakyat akan mempertanyakan penggunaan pajak yang mereka bayar, belum lagi bila rakyat merasa tidak mendapatkan dampak positif dari pajak yang mereka bayar,” lanjut Zaenal.

 

Presiden dan menteri terkait didesak agar segera mengambil langkah konkrit mengungkap kepemilikan harta yang tidak wajar di internal pejabat pemerintah.

 

“Tidak cukup hanya memerintahkan pejabat untuk menghentikan pamer kekayaan, yang lebih penting adalah melakukan langkah konkrit dengan mengungkap kepemilikan harta yang tidak wajar di lingkup pejabat pemerintah. Ini penting demi memastikan uang negara tidak diselewengkan untuk kepentingan pribadi,” tutup Zaenal.

Pejabat Pamer Harta, Demokrasiana Institute: Tanda Tidak Peka Pada Rakyat

Ramai kejadian dimana beberapa pejabat dinilai memilki besaran harta yang tidak wajar, beberapa dari mereka bahkan cenderung secara terbuka memamerkan kepada publik harta yang mereka miliki. Kasus yang menjerat salah seorang pejabat Kementerian Keuangan dan aksi pamer harta oleh oknum pejabat bea cukai menjadi perhatian publik, terbaru seorang pejabat Kemensetneg dicopot karena istrinya doyan pamer harta di media sosial.

Situasi ini mendapat sorotan dari Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam. Pihaknya menilai aksi pamer harta yang dilakukan oknum pejabat menandakan matinya sensibilitas sosial terhadap kehidupan rakyat.

“Memang sangat aneh, saat rakyat masih berjuang untuk bangkit secara ekonomi pasca pandemi, beberapa pejabat justru sibuk pamer harta, sensibilitas kemanusiaannya wajib dipertanyakan,” ungkap Zaenal dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (20/3).

Demokrasiana Institute memandang tindakan pejabat yang gemar pamer harta semakin menjatuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Secara otomatis kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan terkikis, rakyat akan mempertanyakan penggunaan pajak yang mereka bayar, belum lagi bila rakyat merasa tidak mendapatkan dampak positif dari pajak yang mereka bayar,” lanjut Zaenal.

Presiden dan menteri terkait didesak agar segera mengambil langkah konkrit mengungkap kepemilikan harta yang tidak wajar di internal pejabat pemerintah.

“Tidak cukup hanya memerintahkan pejabat untuk menghentikan pamer kekayaan, yang lebih penting adalah melakukan langkah konkrit dengan mengungkap kepemilikan harta yang tidak wajar di lingkup pejabat pemerintah. Ini penting demi memastikan uang negara tidak diselewengkan untuk kepentingan pribadi,” tutup Zaenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta