MAKASSAR – lintasnews5terkini,- Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulawesi Selatan sebagai institusi strategis yang memegang peran ganda, yakni sebagai Garda Terdepan Penjaga Keamanan Hayati sekaligus Akselerator Ekonomi Daerah melalui fasilitasi ekspor.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Karantina Indonesia, BBKHIT Sulsel bertugas melaksanakan tindakan karantina terhadap seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang masuk, keluar, maupun dilalulintaskan di wilayah Sulsel.
BBKHIT Sulsel memiliki tugas utama, menjamin kesehatan dan keamanan komoditas unggulan Sulsel dari ancaman serius seperti Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta Penyakit Ikan Karantina (PIK) yang berasal dari luar daerah atau luar negeri.
Tindakan ini menjadikan Karantina sebagai benteng pertahanan yang melindungi ekosistem pertanian, peternakan, dan perikanan lokal agar tetap sehat dan kompetitif.
Selain fungsi perlindungan, BBKHIT juga efektif sebagai pendorong perdagangan. Data terbaru menunjukkan bahwa BBKHIT Sulsel berhasil memfasilitasi pelepasan ekspor komoditas daerah ke 63 negara tujuan dengan total nilai mencapai Rp8,9 triliun per Semester I 2025. Angka ini didukung oleh lonjakan volume ekspor di beberapa sektor vital, seperti Ekspor Tumbuhan yang naik signifikan 77,9 persen (didominasi rumput laut dan kakao) dan Ekspor Ikan Hidup yang melonjak hingga 252,3 persen. (Dilansir dari web tribun timur).
Kinerja ini menunjukkan bahwa proses karantina yang ketat justru menjadi penjamin mutu, memastikan produk unggulan Sulsel, seperti udang, rumput laut, dan kakao dapat diterima tanpa hambatan di pasar internasional yang semakin ketat.
Dengan layanan prima dan pengawasan yang terintegrasi, BBKHIT Sulsel terus berupaya membuka akses pasar baru, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai hub ekspor komoditas yang terpercaya di mata dunia.
Penulis : Harsuana



















