Dosen AK Manufaktur Bantaeng Bersama IKM Luncurkan Program “Pembangunan Green House Pembibitan dan Pengeringan Berbasis IoT”

Bantaeng, Lintasnews5terkini – Dalam upaya untuk mendorong inovasi di sektor pertanian, para dosen AK Manufaktur Bantaeng bersama sama dengan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) merica tani di Desa Balumbung, Kabupaten Bantaeng telah meluncurkan program “Pembangunan Green House Pembibitan dan Pengeringan Berbasis IoT”, (4/12/2023).

Program ini melibatkan kolaborasi aktif antara masyarakat local dan lembaga pendidikan. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian dengan membangun green house pembibitan dan pengeringan merica berbasis IoT

“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan program ‘Pembangunan Green House Pembibitan dan Pengeringan Berbasis IoT’ di Desa Balumbung,” Ujar Aqdar dosen AK-Manufaktur Bantaeng.

Lanjut, Aqdar sebagai bagian dari tim ini, menyaksikan perubahan positif yang terjadi dalam kehidupan para petani merica tani adalah suatu kehormatan. Program ini bukan hanya tentang mengenalkan teknologi modern ke dalam pertanian tradisional, tetapi juga membawa perubahan sosial dan ekonomi yang nyata. Kolaborasi dan dedikasi tim program ini luar biasa, dan saya yakin proyek ini akan menjadi inspirasi untuk upaya-upaya serupa di masa depan. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dan memberikan dukungan.

Selain itu program ini dimulai pada bulan September dan diharapkan akan mencapai tahap implementasi penuh dalam 4 bulan. Sosialisasi awal telah dilakukan untuk memastikan pemahaman yang baik di kalangan masyarakat.

“Kegiatan ini berlokasi di Desa Balumbung, Kabupaten Bantaeng, yang merupakan tempat produksi dari IkM Merica Tani Sejahtera. Berdasarkan informasi dari pak Harmin, selaku ketua dari IkM Merica Tani Sejahtera dan juga penerima manfaat dari program ini, ucapanya.

“Saya merasa sangat beruntung menjadi salah satu penerima manfaat dari program ini. Sebagai petani merica di Desa Balumbung, saya seringkali menghadapi tantangan dalam mengendalikan faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kami,” ujar Aqdar menambahkan.

Dengan adanya green house berbasis IoT, Aqdar mengaku dapat memiliki kendali lebih baik atas lingkungan pertumbuhan, hasil panen meningkat, dan kualitas merica yang lebih baik.

“Ini benar-benar membantu meningkatkan pendapatan saya dan memberikan stabilitas ekonomi bagi keluarga saya. Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam proyek ini karena telah membawa perubahan positif dalam hidup kami, ” beber Aqdar.

Green house berbasis IoT diharapkan dapat memberikan kontrol yang lebih baik terhadap faktor-faktor pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya meningkatkan potensi ekonomi di tingkat desa. Green house berbasis IoT akan dilengkapi dengan sensor-sensor yang mengukur kondisi iklim, kelembaban, dan pencahayaan.

Teknologi ini akan diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis untuk memastikan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman merica.

Setelah implementasi penuh, program ini juga akan melibatkan kegiatan pendidikan masyarakat, pelatihan lanjutan, dan forum pertukaran pengalaman untuk memastikan keberlanjutan dan pemberdayaan berkelanjutan bagi para pelaku IKM merica tani.

Program ini mewakili langkah maju dalam memperkenalkan teknologi modern ke dalam sektor pertanian tradisional, dengan harapan memberikan dampak positif yang signifikan pada ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Catatan Redaksi : Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, dan/atau menghubungi wartawan kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: lintaslimaterkini@gmail.com Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *