Gowa, Lintasnews5terkini.com – Tidak hanya hadir melalui patroli dan pelayanan keamanan, Polresta Gowa juga terus membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan edukatif.
Hal itu ditunjukkan jajaran Polresta Gowa dengan mengerahkan para perwira dan Kapolsek jajaran untuk menjadi Inspektur Upacara (Irup) di sejumlah SMP sederajat di wilayah Kabupaten Gowa, Senin (21/9/2026).
Kehadiran para pejabat kepolisian di tengah-tengah pelajar tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan pesan Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, tentang pentingnya menjaga masa depan generasi muda.
Dalam amanat yang dibacakan secara serentak, Kapolresta Gowa mengingatkan para pelajar bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang saat ini berada di pemerintahan atau institusi tertentu, tetapi juga berada di tangan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.
“Masa depan bangsa Indonesia ada di tangan kalian. Kalian adalah calon pemimpin, calon profesional, dan calon anggota masyarakat yang akan menentukan seperti apa wajah Indonesia di masa yang akan datang,” pesan Kapolresta.
Karena itu, para siswa diminta tidak menyia-nyiakan masa sekolah. Disiplin, menghormati guru, menyayangi orang tua dan menghargai sesama harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kapolresta juga memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan pelajar, mulai dari bullying, tawuran, narkoba, minuman keras, balap liar hingga kekerasan dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Jangan biarkan masa muda kalian rusak karena hal-hal yang sesungguhnya dapat kalian hindari. Satu tindakan yang dilakukan karena emosi sesaat dapat mengubah masa depan seseorang,” tegasnya.
Pesan tersebut juga diarahkan pada perilaku pelajar di dunia maya. Kapolresta mengingatkan agar para siswa tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar, tidak menyebarkan hoaks serta tidak menggunakan media sosial untuk menghina maupun merundung orang lain.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan akhlak yang baik.
“Apa yang kalian tulis di dunia maya dapat meninggalkan jejak dan memiliki konsekuensi. Jadilah generasi yang cerdas menggunakan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik,” ujarnya dalam amanat tersebut.
Selain kepada siswa, pesan juga ditujukan kepada seluruh elemen sekolah agar bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan.
Kapolresta mengajak para pelajar untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan atau merendahkan satu sama lain. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun persahabatan dan kebersamaan.
Dalam amanatnya, Kapolresta Gowa merangkum tiga prinsip yang perlu dipegang para pelajar, yakni disiplin membentuk masa depan, akhlak menentukan kehormatan, dan pilihan hari ini menentukan kehidupan di masa depan.
Di sisi lain, Kapolresta Gowa menegaskan bahwa Polri, khususnya Polresta Gowa, akan terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri.
“Sekolah mendidik, keluarga membentuk karakter, dan Polri menjaga serta melindungi. Mari kita bergandengan tangan,” pesan Kapolresta.
Kepada para guru dan orang tua, Kapolresta Gowa juga menyampaikan apresiasi atas peran besar mereka dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak.
Menutup amanatnya, Kapolresta memberikan motivasi kepada seluruh pelajar agar tidak takut memiliki cita-cita besar.
“Jangan takut bermimpi besar. Jangan takut gagal. Jangan menyerah ketika menghadapi kesulitan. Terus belajar, terus berusaha, dan jagalah nama baik diri sendiri serta keluarga,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Gowa tidak hanya ingin memastikan kehadiran polisi di lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini bahwa menjaga keamanan, menghormati sesama dan menjauhi perilaku negatif merupakan tanggung jawab bersama.
Generasi muda adalah masa depan bangsa. Dan menjaga mereka hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia. (*)

























