Papua, Lintasnews5terkini.com – Dengan enam ibu hamil dengan indikasi kekurangan energi kronis dan hampir sepertiga remaja putri terindikasi anemia, warga transmigrasi di Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, terancam bahaya kurang gizi dan stunting.
Melihat hal ini, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP menggelar serangkaian kegiatan pendidikan guna membangun kesadaran warga dan mengajak melakukan langkah-langkah praktis mengatasi masalah kurang gizi dan ancaman stunting ini
Veronika, Kader Malaria Kampung Woslay SP2, mengatakan kegiatan ini membawa ilmu yang langsung bisa dipraktikkan di lingkungannya. “Ilmu ini akan kami gunakan supaya ke depannya kami bisa menerapkan pada masyarakat tentang pentingnya stunting di masyarakat, supaya ke depannya juga Indonesia menjadi Indonesia yang sehat,” ujarnya pada Jumat, 11 September 2026.
Kepala UPTD Puskesmas Senggi, Antonius Hamong, Amd.Kep., menilai kolaborasi lintas sektor ini meringankan beban yang selama ini banyak ditanggung sendiri oleh tenaga kesehatan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kita berbicara tentang stunting, yang mana dalam hal ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, namun dengan kolaborasi bersama lintas sektor. Ini sangat membantu saya sebagai tenaga kesehatan untuk melakukan kolaborasi dengan masyarakat,” katanya pada Jumat, 11 September 2026.
Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.T.P., M.Si., menambahkan, “Stunting bukan hanya persoalan kekurangan asupan gizi, tetapi berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan anak, penyakit infeksi, sanitasi, pola pengasuhan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Banyak sekali masukan dari peserta yang ingin ikut berkontribusi pada penanganan stunting di wilayah Distrik Senggi ini,” jelasnya pada Jumat, 11 September 2026.
Langkah warga Senggi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian serius pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Sejalan dengan itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya kualitas SDM dalam setiap program pembangunan.
“Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Menko AHY pada 25 Mei 2026.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut mendorong semangat kerja para pendamping di lapangan.
“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” kata Menteri Iftitah pada 31 Juli 2026. (*)

























