Nasional

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pembangunan Sirkuit Balap serta Museum Otomotif dan Transportasi di Yogyakarta

×

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pembangunan Sirkuit Balap serta Museum Otomotif dan Transportasi di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

Lintasnews5terkini.com | Yogyakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendukung rencana Anggota Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat yang juga merupakan menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk membuat sirkuit balap dengan lintasan tanah dan aspal. Sekaligus membangun Museum Otomotif dan Transportasi di DIY. Bamsoet juga mendukung keinginan Kanjeng Pangeran Haryo untuk maju menjadi Ketua IMI Daerah Istimewa Jogyakarta.

Atas seizin Sri Sultan Hamengkubuwono X, pembangunan sirkuit direncanakan memanfaatkan lahan seluas sekitar 128 hektar milik Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Sementara Museum Otomotif dan Transportasi, rencananya memanfaatkan kawasan Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro yang tidak lagi digunakan sebagai kantor anggota DPRD DIY, karena akan dipindahkan ke Jalan Kenari.

“Sirkuit tersebut bisa digunakan untuk menggelar berbagai kejuaraan balap. Dari mulai on road seperti road race, drag bike, dan freestyle. Hingga off road seperti motocross, grasstrack hingga adventure. Lokasinya juga strategis, hanya sekitar 9 Km dari Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. Sementara dari pusat kota gede, jaraknya sekitar 40 Km dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam,” ujar Bamsoet usai bertemu Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat di Yogyakarta, Minggu (11/12/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua gr Rp Umum Partai Golkar III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, DIY merupakan wilayah yang telah melahirkan banyak pembalap hebat. Antara lain, Doni Tata Pradita, pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus ajang tertinggi dengan turun di kelas 250 Cc Kejuaraan Dunia Balap Motor tahun 2008. Serta Galang Hendra Pratama yang turun di World Supersport 300 (WSS300) tahun 2017. Jauh sebelumnya juga sudah ada beberapa pembalap hebat lainnya seperti Hendriansyah, Irwan Ardiansyah, Gupita Kresna, Sudarmono sampai Sigit PD.

“Karenanya sangat tepat jika di DIY dibangun sirkuit berkualitas internasional yang mampu menyelenggarakan berbagai kejuaraan balap on road hingga off road. Memfasilitasi para generasi muda untuk mengasah kemampuan balapnya, memastikan DIY senantiasa melahirkan pembalap hebat yang bisa mengharumkan Indonesia. Sekaligus menjadi sport automotive tourism yang bisa memancing turis dan para pelaku usaha otomotif membuat Research and Development Center di lahan sekitar sirkuit,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menambahkan, Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat bahkan sudah bertemu dengan Ilham Habibie, putra Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie, yang juga mendukung agar DIY memiliki Museum Otomotif dan Transportasi.

“Nantinya, museum tersebut akan menampilkan berbagai jenis mobil dan motor hingga berbagai jenis alat transportasi lainnya yang memiliki nilai sejarah bagi Indonesia, seperti mobil kepresidenan, hingga kendaraan balap yang pernah digunakan oleh para pembalap hebat Indonesia,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, perjalanan panjang bangsa Indonesia di dunia otomotif sangat panjang, bahkan dimulai sejak 51 tahun sebelum Indonesia merdeka, kurang lebih sekitar tahun 1894. Ditandai dengan hadirnya Benz Victoria Phaeton karya Karl Benz, Jerman, yang dibeli oleh Sultan Kasunanan Surakarta Pakubuwono X. Menempatkannya sebagai orang Indonesia pertama yang membeli mobil. Kini kendaraan tersebut berada di Museum Louwman, Belanda.

“Kehadiran Museum Otomotif dan Transportasi di DIY diharapkan bisa membangun kerjasama dengan berbagai museum dunia yang menyimpan kendaraan bersejarah dari Indonesia, agar secara berkala bisa memajang koleksinya di Museum Otomotif dan Transportasi DIY. Seperti Museum Louwman, Belanda yang menyimpan Benz Victoria Phaeton yang pernah menjadi milik Pakubuwono X,” pungkas Bamsoet. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta