Bogor, Lintasnews5terkini.com – Kepandaian dan kemampuan membutuhkan keberanian agar dapat tumbuh menjadi sesuatu yang berarti. Pesan itu disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada generasi muda dalam peluncuran novel Diana Memang Manja di Cikeas, Kamis (29/10) malam.
Dalam dialog bersama Gita Wirjawan, perbincangan tentang tokoh dan percakapan dalam novel berkembang menjadi refleksi mengenai pilihan hidup: kapan seseorang harus berhitung dan kapan ia perlu memberanikan diri untuk melangkah.
“Lebih bagus do something daripada do nothing. Bahwa nanti ada masalah, ada dinamika, selalu begitu kehidupan itu,” ujar SBY.
Pesan tersebut berangkat dari pembahasan tentang karakter dalam novel yang memiliki cara berbeda dalam menghadapi risiko. Ada yang gemar menyerempet bahaya, ada pula yang memperhitungkan langkah dengan cermat sebelum menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
SBY menjelaskan, keberanian mengambil risiko perlu dibedakan dari tindakan gegabah. Seseorang dapat mempertimbangkan pilihannya dengan matang, kemudian tetap berani menjalankan keputusan tersebut meskipun menghadapi tantangan.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan yang besar dapat kehilangan kesempatan untuk berkembang apabila seseorang terus menahan diri karena takut memulai.
“Meskipun kamu hebat, kamu pintar, tapi kalau enggak berani, enggak akan jadi,” tuturnya saat menggambarkan nasihat tentang pentingnya keberanian.
Kepada generasi muda, SBY menitipkan beberapa pegangan: memiliki tujuan, bersedia berkorban, memberikan usaha terbaik, serta memelihara semangat untuk bisa menghadapi kesulitan.
“Punya semangat harus bisa,” katanya.
Ia memahami bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berlangsung sesuai harapan. Akan ada persoalan dan dinamika yang harus dihadapi. Namun, kemungkinan menghadapi kesulitan tidak seharusnya membuat seseorang mengurungkan seluruh langkahnya.
Dengan tujuan yang jelas dan kesungguhan berusaha, SBY mengajak generasi muda tetap bergerak sembari mencari jalan keluar dari persoalan yang muncul.
Perjalanan kreatif SBY sendiri menjadi bagian dari perbincangan malam itu. Setelah menekuni berbagai bidang pengabdian, ia terus membuka ruang untuk berkarya melalui lukisan, musik, puisi, dan kini novel.
Peluncuran Diana Memang Manja turut diisi pemutaran video “SBY & Dunia Seni”, penyerahan simbolis novel kepada 14 penerima dari berbagai latar belakang, serta penampilan Neo Jibles.
Di tengah pembicaraan tentang sastra dan pengalaman hidup, SBY menitipkan dorongan sederhana kepada mereka yang sedang membangun masa depan: mengenali tujuan, mempersiapkan diri, dan berani mengambil langkah pertama. (*)

























