Gowa, Lintasnews5terkini.com – Di tengah padatnya aktivitas pagi, ketika sebagian orang berpacu dengan waktu untuk tiba di tempat kerja dan para orang tua bergegas mengantar anak-anaknya ke sekolah, sebuah tindakan sederhana dari personel Satlantas Polresta Gowa menghadirkan pesan mendalam tentang arti keselamatan.
AIPTU Muh. Idris, personel Satlantas Polresta Gowa, menunjukkan kepedulian itu saat melaksanakan Strong Point pagi, Selasa (27/10/2026). Di tengah tugasnya mengatur dan mengawasi arus lalu lintas, ia mendapati pengendara sepeda motor yang belum menggunakan helm dengan benar.
Seorang pengemudi ojek online membonceng penumpang yang helmnya hanya digantungkan. Hal serupa juga ditemukan pada seorang ibu yang mengantar anaknya ke sekolah tanpa memastikan penggunaan helm secara benar.
AIPTU Muh. Idris tidak memilih untuk sekadar menegur lalu berlalu. Dengan sikap santun dan penuh kepedulian, ia mengingatkan mereka tentang pentingnya keselamatan. Bahkan, ia terlihat membantu memasangkan helm kepada penumpang ojek online tersebut.
Sebuah tindakan sederhana, tetapi menyimpan makna besar. Sebab, di balik helm yang dipasangkan, ada upaya melindungi seseorang dari risiko kecelakaan. Ada harapan agar seorang penumpang tiba dengan selamat, seorang ibu dapat kembali ke rumah, dan seorang anak tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama keluarganya.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi di jalan raya bukan semata-mata untuk menindak pelanggaran. Ada kepedulian yang harus disampaikan, ada kesadaran yang perlu ditumbuhkan, dan ada keselamatan masyarakat yang harus dijaga.
Terlebih, saat ini Polresta Gowa tengah melaksanakan Operasi Patuh Pallawa 2026, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin disiplin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Gowa, AKP Hasan Fadhlyh, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar masyarakat berhenti melakukan pelanggaran ketika melihat petugas. Kami ingin mereka memahami bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi nyawa. Helm bukan sekadar perlengkapan berkendara, melainkan salah satu pelindung ketika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi di jalan. Jangan sampai karena menganggapnya sepele, keluarga di rumah harus menanggung kesedihan yang tidak pernah mereka harapkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Operasi Patuh Pallawa 2026 harus menjadi sarana membangun kesadaran, bukan sekadar menghadirkan ketakutan terhadap sanksi. Karena itu, seluruh personel diharapkan mengedepankan pendekatan yang humanis, tanpa mengesampingkan ketegasan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan.
Kegiatan Strong Point pagi pun menjadi wujud kehadiran Polresta Gowa di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan meningkat dan aktivitas warga dimulai.
Melalui teguran yang santun dan tindakan nyata di lapangan, AIPTU Muh. Idris memperlihatkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Terkadang, membantu memasangkan sebuah helm pun menjadi bentuk perhatian yang berarti bagi keselamatan orang lain.
Karena setiap pengendara bukan hanya seseorang yang sedang menempuh perjalanan. Ia adalah anak bagi orang tuanya, pasangan bagi keluarganya, atau orang tua bagi anak-anak yang menantikan kepulangannya.
Pesan itulah yang ingin terus ditanamkan melalui Operasi Patuh Pallawa 2026: jangan menunggu kecelakaan untuk menyadari pentingnya keselamatan. Gunakan helm dengan benar, patuhi aturan, dan hargai setiap nyawa di jalan raya.
Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Gowa terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis dan penegakan hukum yang berorientasi pada keselamatan.
Sebab, keberhasilan seorang polisi bukan hanya ketika mampu menindak pelanggaran, tetapi juga ketika mampu mencegah bahaya dan memastikan masyarakat kembali ke rumah dengan selamat. (*)

























