Lintasnews5terkini.com Enrekang. Sebagai Kepala Puskesmas Malua Marliana SST ‘ menjalankan tugas nya dengan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya ,yang setiap saat berkoordinasi dengan dinas kesehatan Enrekang
Dirinya bertugas di Puskesmas Malua sudah berjalan 18 tahun sampai dia terangkat sebagai Kapus ,ke inginannya bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien nya ‘agar merasa nyaman berobat tanpa ada keluhan ,tentunya harus di dukung sarana dan prasarana kesehatan yang memadai .
Saat di temui di ruang kerja nya ‘Marliana berkata ‘ saya sangat bersyukur dengan apa yang di berikan pemerintah Daerah
fasilitas yang kami miliki sudah cukup Puskesmas Malua akreditasi Madya berstatus rawat inap punya 2 orang Dokter,satu Dokter umum,1 Dokter gigi di lengkapi ruang UGD satu unit 4 Bed (tempat tidur) ruangan nya berada dibagian lantai bawah Puskesmas ‘maunya kami,kalau bisa ruang UGD di pindahkan kedepan puskesmas supaya memudahkan pasien berobat , masih ada lahan kosong samping puskesmas ,milik warga tapi itu
Kewenangan dinas kesehatan untuk menentukan hal itu,kami cuma mengusulkan saja ‘pungkasnya
Lanjut Marliana puskesmas memiliki mobil ambulance 2 unit biasa warga pinjam untuk mengantar jenasah,dan satunya lagi di pakai pasien jika ada yang di rujuk Ipal juga ada ‘ Ucap Marliana Senin 24 Juli 2023 kepada wartawan.
Diakui Marliana,selama COVID Melandai jumlah pasien yang datang berobat signifikan keberadaan nya,kalau di hitung setiap bulan nya pasien yang berkunjung ke puskesmas ada 300 sampai 400 orang,dibanding tahun kemarin saat COVID 19 ada
puskesmas sepi pasien ‘tuturnya . jumlah tenaga kesehatan kami lebih 100 ASN hanya 30 orang itu pun terbatas sementara Pustu ,polindes,poskesdes 13 unit. petugas kesehatan yang kita tempatkan adalah tenaga P3K dan honorer kalau ASN nya bertugas di Puskesmas
BOK Puskesmas Malua ada peningkatan tahun ini ketimbang tahun lalu,pasal nya penanganan stunting menjadi hal prioritas dimana Kecamatan Malua urutan ke 2 dari kabupaten Enrekang yang memiliki jumlah resiko tertinggi 4 desa masuk area Locus Stunting, yakni desa Dulang, Tangru,Buntu Batuan,Dante Malua.
Dari 6 Desa dan Satu kelurahan ‘ sekecamatan Malua . penanganan nya di optimalkan melalui PMT ( pemberian makanan tambahan ) selama 90 hari setiap Minggu kader posyandu di berikan anggaran untuk di buatkan menu sesuai kebutuhan gizi anak-anak yang bergejala stunting
Nah terkait Pustu di Desa Bonto telah berfungsi, Dinas kesehatan sudah menyediakan tenaga kesehatan (bidan) beserta Alkes nya cuma saja sarana airnya belum maksimal sementara di upayakan ,’mengapa Pustu ini lambat di tempati,lantaran bangunan nya belum finish Termasuk Saprasnya meskipun bangunan nya belum ditegel tetapi pelayanan tetap berjalan maksimal imbuh nya (Ani Hasan )

























