News

Dialog Interaktif di Stasiun LPP RRI Jayapura Bahas Proses Rekruitmen Anggota Polri di Polda Papua

×

Dialog Interaktif di Stasiun LPP RRI Jayapura Bahas Proses Rekruitmen Anggota Polri di Polda Papua

Sebarkan artikel ini

Jayapura, Papua  – Lintasnews5terkini.com | Bertempat di Stasiun LPP RRI Jayapura telah dilaksanakan dialog Interaktif dengan topik sosialisasi proses rekruitmen anggota Polri di lingkup Polda Papua, Kamis (23/11/2023).

Dialog ini dihadiri oleh Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol I Wayan Gede Ardana S.I.K., M.Si., dan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Bapak Frits Ramandey.

Kombes I Wayan menjelaskan bahwa Mabes Polri sangat intens memperhatikan Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di papua sendiri kita ketahui ada 3 DOB yang nantinya juga akan dibentuk Polda baru, sehingga tetap diperlukan adanya anggota Polri untuk mengisi Polda baru tersebut,” ucapnya.

Pada tahun 2023, Mabes Polri memberikan kuota penerimaan sebanyak 1.114 untuk Papua, melebihi kuota Polda lain. Kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah dan Mabes Polri terhadap Papua, dengan menekankan bahwa lulusan dari Polda Papua yang sampai pada tahap Penentuan Akhir (Pantohir) akan diterima hingga selesai pendidikan.

“Dilaporkan pula bahwa tahun 2024 masih akan ada penerimaan anggota Polri walaupun ada kegiatan yang belum kita ketahui nanti, dengan kategori Reguler dan Proaktif. Untuk regular sendiri, penerimaan yang melibatkan Perwira, Bintara, dan Tamtama,” jelasnya.

Untuk tamtama sendiri lanjut kombes Wayan, ada 2 yakni tamtama Pol Air dan Tamtama Brimob, kemudian dari bintara sendiri ada bintara umum dan yang mempunyai keahlian khusus, kemudian ada perwira yaitu ada Akpol ada SIPSS yaitu dia sudah lulus sarjana dan kemudian mendaftar menjadi anggota Polri.

Karo SDM Polda Papua menekankan bahwa kebijakan khusus diberlakukan untuk penerimaan anggota Polri di Papua, terutama untuk Bintara. Ada penyesuaian seperti tinggi badan dan kemampuan akademik, dan prioritas diberikan kepada anak-anak Papua. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mereka untuk bergabung dengan Polri.

Di sisi lain, Komnas HAM Papua, melalui perwakilan Bapak Frits Ramandey, menjelaskan adanya Memorandum Of Understanding (MOU) antara Komnas HAM dan Mabes Polri. MOU ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk pelatihan HAM dan keterlibatan Komnas HAM dalam pengawasan proses rekruitmen kepolisian.
“Ada pelatihan-pelatihan HAM yang sifatnya tematik dengan pihak kepolisian, begitupun sebaliknya pengawasan di rekruitmen Kepolisian, Komnas HAM bisa terlibat dalam training training misalnya penyelidikan dan sejenisnya itu yang pertama,” jelasnya.

Frits Ramandey juga menyoroti pentingnya pengawasan untuk mencegah diskriminasi dalam proses penerimaan anggota Polri. Dalam konteks ini, Komnas HAM memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa tidak ada diskriminasi, baik dalam hal positif maupun negatif, yang terjadi selama proses rekruitmen di Polda Papua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penyampaian Resmi Disampaikan kepada seluruh instansi pemerintah, baik TNI maupun Polri, agar tidak melayani atau memberikan akses informasi kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan media Lintasnews5terkini.com namun tidak terdaftar secara resmi dalam Box Redaksi. Hal ini penting guna menghindari terjadinya penyalahgunaan identitas, menjaga kredibilitas institusi, serta memastikan bahwa setiap bentuk kerja sama maupun pelayanan informasi hanya diberikan kepada pihak yang memiliki legitimasi yang sah. Demikian penyampaian ini dibuat untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dalam Peliputan Wartawan Lintas5terkini.com dibekali dengan Kartu Id. Card dan Surat tugas tidak dibenarkan Menerima Imbalan