kriminalPalopo

Kasus Dugaan Penipuan Modus Umrah, Putri Dakka Resmi Menyandang Status Tersangka di Polda Sulsel

×

Kasus Dugaan Penipuan Modus Umrah, Putri Dakka Resmi Menyandang Status Tersangka di Polda Sulsel

Sebarkan artikel ini

Makassar, Lintasnews5terkini.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel( resmi menetapkan Putriana Hamda Dakka, atau yang akrab disapa Putri Dakka, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan. Penetapan status hukum terhadap mantan calon anggota DPR RI sekaligus calon Wali Kota Palopo ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto.

“Benar, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Laporan polisinya ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum),” ujar Kombes Pol Didik saat memberikan keterangan di Mapolda Sulsel, Selasa (27/1/2026).

Kombes Pol. Didik menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menindaklanjuti laporan masyarakat melalui serangkaian penyelidikan dan gelar perkara. Saat ini, nama Putri Dakka terseret dalam beberapa laporan polisi, baik di Ditreskrimum maupun Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Namun, proses di Ditreskrimsus masih dalam tahap pendalaman.

“Penetapan tersangka ini berdasarkan dua laporan warga yang ditangani Krimum, dengan total nilai kerugian mencapai miliaran rupiah,” jelas Kombes Pol. Didik.

Secara rinci, satu laporan mencatat kerugian korban sebesar Rp1,7 miliar, sementara laporan lainnya mencapai Rp1,9 miliar. “Dua laporan tersebut sudah naik status ke tahap penetapan tersangka,” tegasnya.

Modus Umrah dan iPhone Subsidi

Kasus ini bermula ketika Putri Dakka dilaporkan atas dugaan penipuan berkedok subsidi umrah dan ponsel iPhone. Laporan awal dilayangkan oleh pengacara Muhammad Ardianto Palla yang mewakili 69 orang korban pada Kamis (10/4/2025).

Modus yang digunakan diduga berupa tawaran diskon umrah hingga 50 persen yang dipromosikan secara masif melalui siaran langsung (live) di Facebook. Para korban diminta menyetorkan uang muka sebesar Rp16 juta dengan janji keberangkatan dalam dua gelombang. Namun, hingga waktu yang ditentukan, keberangkatan tersebut tidak pernah terealisasi dan uang korban tidak dikembalikan.

Selain masalah umrah, para korban juga melaporkan dugaan penipuan terkait subsidi iPhone. Total kerugian dari 69 korban tersebut ditaksir melampaui angka Rp1 miliar, di luar dua laporan utama yang telah menetapkan status tersangka sebelumnya.

Polda Sulsel menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara profesional. Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya penambahan laporan baru seiring dengan berkembangnya penyidikan kasus ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta