Nasional

Transformasi Transmigrasi Go Internasional, 36 Perwakilan Kementrans Belajar Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok

×

Transformasi Transmigrasi Go Internasional, 36 Perwakilan Kementrans Belajar Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Lintasnews5terkini.com – Kementerian Transmigrasi resmi melepas 36 peserta pelatihan Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok sebagai bagian dari langkah transformasi transmigrasi yang kini tidak hanya berfokus pada pembangunan dalam negeri, tetapi juga memperluas kerja sama dan pembelajaran di tingkat internasional.

Peserta yang diberangkatkan terdiri dari transmigran, akademisi, analis internal kementerian, para pelatih balai pelatihan transmigrasi, serta pejabat setingkat direktur dan kepala divisi dari departemen pemerintah terkait di Indonesia. Hal ini menunjukkan program tersebut tidak hanya melibatkan pegawai kementerian, tetapi juga menjadi bagian dari keterlibatan seluruh keluarga besar Kementerian Transmigrasi dalam mendukung transformasi transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.

“Kami ingin agar mereka betul-betul mempelajari best practice-nya itu seperti apa. Mereka akan berangkat malam ini dan akan berada di sana kurang lebih selama 2 minggu. Nah inilah yang nanti akan kita lakukan, implementasikan baik pengentasan kemiskinan dalam konteks wilayah, kemudian kabupaten, sampai dengan tingkat desa dan keluarga,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Gedung Gran Makarti Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Rabu (7/5).

Selain itu, peserta juga berasal dari 10 perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi yaitu Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

“Inilah yang kita gandeng karena mereka nanti akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk berkiprah di 53 kawasan transmigrasi. Khususnya 10 kawasan transmigrasi di Papua yang nanti mereka akan bertugas kurang lebih selama 1 tahun,” ucap Mentrans Iftitah.

Mentrans menilai Tiongkok berhasil menjalankan strategi pengentasan kemiskinan secara bertahap selama beberapa dekade hingga mampu menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk dipelajari dan diadaptasi di kawasan transmigrasi Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari undangan Kedutaan Besar Tiongkok kepada Kementerian Transmigrasi dalam rangka memperkuat kerja sama dan pertukaran pengetahuan di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan, dengan pembiayaan kegiatan ditanggung oleh Pemerintah Tiongkok.

“Tiongkok kami nilai itu cukup berhasil dalam upaya pengantasan kemiskinan. Jadi 1,4 miliar penduduknya mereka punya strategi yang cukup besar dalam 4 dekade secara bertahap dilakukan pengantasan, upaya pengantasan kemiskinan itu. Dan pada tahun 2021 mereka mendeklarasikan hampir tidak ada lagi kemiskinan di Tiongkok, utamanya yang ekstrim miskin. Kita ingin belajar best practice itu dan mengimplementasikannya di Indonesia,” ujarnya

Program bertema “Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan” ini berlangsung pada 9 – 22 Mei 2026 melalui kegiatan perkuliahan, diskusi, dan kunjungan lapangan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi berbasis kesejahteraan masyarakat sekaligus mempelajari strategi pengentasan kemiskinan Tiongkok serta memperkuat kerja sama Indonesia – Tiongkok di bidang pembangunan pedesaan.

Salah satu peserta asal Papua Barat Daya, Kepala Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Oktavianus Kolin, menyampaikan optimismenya terhadap program tersebut. Ia berharap pengalaman belajar di Tiongkok dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Papua Barat Daya.

“Saya dari Papua Barat Daya mengikuti ke Beijing untuk bagaimana saya belajar yang ada di Beijing itu bahwa pengantasan kemiskinannya cukup luar biasa. Oleh sebab itu, saya juga ingin tahu dan ingin belajar untuk bagaimana program Kementerian Transmigrasi ini dapat saya bawa ke daerah kerja saya yaitu di Provinsi Papua Barat Daya, Kabupaten Sorong, khusus Distrik Klamono-Segun,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan transformasi transmigrasi yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama pembangunan global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta