Makassar, lintasnews5terkini-, Masjid Raya Makassar dipadati banyak umat Muslim yang melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Antusiasme jemaah membuat saf salat memenuhi ruang utama masjid hingga meluber ke halaman, selasar, dan jalan raya di sekitar kompleks masjid.
Pelaksanaan Salat Id dimulai pukul 07.00 WITA. Sejak pagi hari, jemaah yang terdiri dari pria, wanita, hingga anak-anak telah berdatangan menggunakan kendaraan pribadi maupun berjalan kaki. Gema takbir yang berkumandang sejak malam hari turut menambah kekhusyukan suasana ibadah di salah satu masjid bersejarah di Sulawesi Selatan tersebut.
Dalam pelaksanaan Salat Id tahun ini, khotbah disampaikan oleh seorang ulama setempat yang mengajak jemaah memaknai esensi kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu.
Salah seorang jemaah asal Kecamatan Bontoala, Ahmad (42), mengaku sengaja datang lebih awal bersama keluarganya agar mendapatkan saf di dalam masjid. Ia mengatakan suasana Salat Id di Masjid Raya Makassar selalu terasa khidmat dan penuh kebersamaan.
Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib berkat kerja sama panitia masjid, aparat keamanan, remaja masjid, dan dinas perhubungan dalam mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan masjid. Setelah rangkaian salat dan khotbah selesai, jemaah membubarkan diri secara teratur.
Suasana pelataran masjid tampak ramai dan penuh suka cita. Di bawah rindangnya pepohonan, para jemaah berjalan beriringan untuk kembali ke rumah masing-masing. Kehadiran penjual balon mainan di sudut halaman juga menambah semarak perayaan Iduladha, terutama bagi anak-anak yang ikut beribadah.
Usai pelaksanaan Salat Id, panitia Masjid Raya Makassar melanjutkan agenda penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, pihak masjid menerima puluhan ekor sapi dan kambing dari para pekurban, termasuk sumbangan tokoh masyarakat dan pejabat daerah.
Daging kurban nantinya akan dikemas menggunakan wadah ramah lingkungan dan didistribusikan secara door-to-door kepada kaum duafa dan warga yang berhak menerima guna menghindari antrean panjang di area masjid.
Citizen Reporter: Almira Safayanti

























