Gowa – lintasnews5terkini-, Aktivitas perbaikan jalan di Kawasan Hertasning masih terus berjalan dan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di sekitar lokasi. Ruas jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penghubung penting di wilayah Makassar-Gowa tersebut mengalami penyempitan di sejumlah titik akibat proses pengerjaan, sehingga memicu kepadatan kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun kuliah.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kendaraan dari dua arah harus melambat secara bergantian saat melewati area proyek. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang, terlebih pada saat volume kendaraan meningkat tajam di jam-jam sibuk. Pengaturan lalu lintas sementara yang diterapkan, seperti sistem buka-tutup, belum sepenuhnya mampu mengurangi penumpukan kendaraan.
Sejumlah pengendara mengaku waktu perjalanan mereka menjadi lebih lama dibandingkan biasanya sejak proyek dimulai. Meski demikian, sebagian besar tetap memahami bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang dibutuhkan untuk jangka panjang.
Seorang pengguna jalan, AR (25), yang merupakan mahasiswa dan setiap hari melintas di jalur tersebut, mengatakan aktivitas perjalanannya kini cukup terganggu akibat kemacetan.
“Sekarang waktu tempuh jadi jauh lebih lama. Kalau kondisi lancar biasanya sekitar 15–20 menit, tapi kalau macet bisa sampai hampir satu jam, dan sepanjang jalannya pun banyak sekali debu yang bertebaran akibat dari perbaikam jalan tersebut. Kami mengerti ini untuk perbaikan, hanya saja kalau bisa pengerjaannya dipercepat atau diatur supaya dampaknya tidak terlalu besar,” ungkapnya, Senin (29/06/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa banyak pengendara akhirnya memilih jalur alternatif, meskipun beberapa rute lain juga ikut terdampak peningkatan volume kendaraan.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan sebagai langkah peningkatan kualitas dan keamanan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup serius. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan permukaan jalan serta penguatan struktur agar mampu menahan beban kendaraan yang lebih besar.
Namun demikian, pelaksanaan proyek di kawasan dengan lalu lintas padat seperti Hertasning menghadapi tantangan tersendiri. Rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan di lapangan masih perlu penyesuaian agar lebih efektif dalam mengurai kepadatan, khususnya pada jam-jam puncak.
Hingga saat ini, para pengguna jalan berharap proses perbaikan dapat segera rampung tanpa mengabaikan aspek keselamatan pekerja di lapangan. Mereka menilai keseimbangan antara peningkatan infrastruktur dan kelancaran mobilitas masyarakat menjadi hal penting dalam pelaksanaan proyek di kawasan padat seperti Hertasning.
Penulis: Asraf

























