Jakarta, Lintasnews5terkini.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengapresiasi Starbucks Indonesia lantaran berhasil memberdayakan petani kopi lokal dan menjadikan sebagai penyuplai utama pada setiap gerainya di setiap cabang/daerah di Indonesia.
Menurutnya, pembelian dalam skala besar dengan harga yang adil oleh Starbucks Indonesia dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani lokal, selain mengurangi risiko gangguan rantai pasok global seperti krisis logistik atau biaya pengiriman yang melonjak.
“Saya kira bagus sekali dan perlu diapresiasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Starbucks Indonesia kepada petani lokal di desa, dan saya kira nanti layak untuk mendapatkan penghargaan kategori program pemberdayaan masyarakat di Hari Desa Nasional 2027 nanti,” jelas mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat menerima audiensi Penasihat Senior Starbucks Wilayah Asia, Dino Patti Djalal, beserta jajaran, di ruang kerjanya, Kemendes PDT, Kamis (03/09/2026).
Mendes Yandri juga memaparkan, pihaknya juga punya program desa ekspor, yang mengekspor potensi desa di Indonesia untuk dijual di luar negeri. Hal itu ia lakukan demi menopang perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Selain itu, program ini juga fokus mengoptimalkan potensi komoditas unggulan berbasis komunitas di tingkat desa agar siap menembus pasar internasional. Di sisi lain, menjual produk ke pasar ekspor memberikan nilai tambah dan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibanding pasar lokal.
“Kita di sini juga ada program desa ekspor, Pak Dino, ada sekitar lima ribu desa yang kita proyeksikan menjadi desa ekspor. Jadi mungkin nanti dengan jaringan-jaringan Pak Dino Patti Djalal di luar negeri bisa menjadi salahsatu negara tujuan program ini,” ungkap Menteri asal Bengkulu Selatan ini.
Sementara itu, Penasihat Senior Starbucks Wilayah Asia, Dino Patti Djalal menyampaikan, pada dasarnya Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan keberagaman rasa yang sangat kaya.
Menurut eks Wamenlu itu, mempromosikan kopi Indonesia di luar negeri bukan sekadar soal jualan komoditas, melainkan strategi penting untuk memperkuat ekonomi, identitas budaya, dan diplomasi bangsa.
“Di mana pun saya berada, baik waktu saya di Amerika, di Inggris, di Jerman, saya selalu bilang ke teman-teman itu untuk promosikan Kopi Indonesia. Ternyata di sejumlah tempat pelosok di negara tadi itu saya banyak menemukan kedai bertuliskan Coffee from Sumatera,” pungkas eks Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.
Hadir dalam kesempatan itu; Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Kaban BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Dirjen PEID Kemendes PDT, Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, dan Kaban BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik. (*)

























