Jakarta, Lintasnews5terkini.com – Ketum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) Syamsul Bahri kembali mengingatkan pentingnya nilai-nilai integritas, kerendahan hati, dan transparansi bagi para pejabat publik, khususnya di lingkungan peradilan dan instansi pemerintahan.
Fenomena jaga image (Jaim) yang kerap dipertontonkan sebagian pejabat seringkali melunturkan esensi pelayanan yang sesungguhnya.
Padahal, setiap kewenangan, jabatan dan fasilitas yang melekat pada seorang pejabat bukanlah sebuah prestasi mutlak, melainkan amanah serta titipan sementara yang nantinya akan dipertanggungjawabkan.
Poin-Poin Utama Refleksi :
Kesadaran Fana atas Kekuasaan :
- Jabatan bersifat temporer; yang akan selalu tinggal di hati masyarakat dan sejarah adalah integritas serta ketulusan dalam melayani.
Menanggalkan Pencitraan :
- Budaya jaim atau sibuk membangun citra semu harus ditinggalkan dan digantikan dengan kerja nyata yang transparan dan akuntabel.
Keterbukaan Komunikasi :
- Pejabat dan bagian kehumasan (Humas Peradilan) didorong untuk lebih cair, humanis, dan terbuka dalam berinteraksi dengan masyarakat maupun rekan-rekan media.
Sinergi Kritis dengan Media :
- Media bukan ancaman bagi citra pejabat, tetapi mitra strategis untuk meluruskan informasi, mengawal keadilan, dan mendidik publik secara objektif.
”Ketika Pejabat berhenti merasa paling benar dan mulai menyadari bahwa kursi kepemimpinan hanyalah titipan, disitulah pelayanan publik yang bermartabat dan berkeadilan benar-benar dimulai,” ujar Syamsul Bahri Ketum FORSIMEMA-RI, pada Selasa (15/9/26). (*)

























