Parigi Moutong, Lintasnews5terkini.com – Para peternak ayam di desa-desa di kab. Parigi Moutong, Sulteng, dilatih cara beternak ayam petelur yang lebih sehat, sehingga hasil produksinya meningkat.
Pelatihan ini diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot UNAIR untuk mencegah tingginya angka kematian ayam, dan meningkatkan produksi telur sehingga bisa menguntungkan warga.
Manfaat ini dirasakan langsung oleh Akbar Kurniati, warga Desa Tinombala Jaya, Kecamatan Ongka Malino.
“Programnya sangat inovatif dan ramah lingkungan sehingga kami bisa memanfaatkan alam sekitar yang sudah tersedia untuk ayam-ayam agar lebih sehat, mendapatkan ilmu mengenai manajemen usaha, biosekuriti, dan sanitasi kandang,” ujar Akbar. Biosekuriti adalah cara menjaga ayam dan kandang tetap bersih serta bebas penyakit.
Manfaat serupa dirasakan Agus Suseno, peternak asal Tinombala Jaya. Ia kini memahami cara mengelola kandang, pakan, kebersihan, dan kesehatan ayam, serta mencatat usaha ternaknya.
Dalam pelatihan, tim menekankan tiga kunci: bibit unggul, pakan, dan manajemen kandang. Pesertanya diajari biosekuriti sederhana, seperti memisahkan ayam sakit, mengelompokkan ayam berdasarkan umur, mencuci tempat pakan, dan membatasi orang luar masuk kandang.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR di Parigi Mutong, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., mendorong terbentuknya kelompok ternak unggas di setiap desa sebagai wadah resmi penyaluran bantuan pemerintah ke depannya, demikian disampaikan dalam sambutannya.
Kepala Desa Tinombala Jaya, Samsuri, dan Kepala Desa Tinombala Sejati, Mudawam, turut menyambut baik program ini karena masih banyak warga yang belum memahami cara memelihara dan mencegah penyakit ayam dengan benar.
Langkah ini sejalan dengan target swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut Indonesia sudah mencapai swasembada protein dari daging ayam.
“Pada dasarnya untuk protein kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam,” kata Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/08/2026) lalu.
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kawasan transmigrasi kini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Menko AHY, Selasa (29/07/2026) lalu.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut berharap warga transmigrasi tidak hanya jadi pekerja, tapi juga pemilik usaha.
“Transmigran tidak hanya pekerja, mereka akan menjadi pemilik, bermitra setara dengan swasta,” kata Menteri Iftitah dalam Rapat Kerja Ketransmigrasian di Denpasar, Bali, Senin (28/07/2025) lalu. (*)

























