Nasional

Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

×

Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Sebarkan artikel ini

Jayapura, Lintasnews5terkini.com – Anak-anak di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, kini memiliki ruang untuk membaca, belajar, dan bermain bersama. Melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) Seribu Mimpi, Tim 9 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (TEP ITB) menghadirkan lebih dari 4.000 buku sekaligus melibatkan pemuda setempat untuk mengelolanya.

Bagi Fransiskus Moa, siswa kelas VIII SMPN 2 Yapsi, kehadiran taman baca tersebut menjadi kabar menggembirakan.

“Saya sangat senang ada TBM Seribu Mimpi. Tempatnya nyaman untuk membaca buku dan bermain bersama teman-teman,” ujar Moa.

Diresmikan pada Jumat (23/10/2026), TBM Seribu Mimpi memperluas akses bacaan bermutu bagi anak-anak dan masyarakat di Yapsi. Ruang ini juga menjadi tempat untuk menumbuhkan minat baca dan mendukung kegiatan belajar di luar sekolah.

Ketua TEP 9 ITB, Dr. Aulia Arfida Paramita, mengatakan taman baca tersebut dibangun untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi kami, peresmian Taman Baca Seribu Mimpi bukan sekadar menghadirkan tempat membaca, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang. Semoga dari ruang sederhana ini lahir mimpi-mimpi besar yang dapat diwujudkan melalui kesempatan dan semangat belajar,” ujarnya.

Agar kegiatan taman baca terus berjalan, TEP ITB melibatkan pemuda-pemudi setempat sebagai pengurus. Keterlibatan warga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang belajar tersebut.

Manfaatnya turut dirasakan Suwarti, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tempat mengajarnya berdampingan dengan TBM Seribu Mimpi. Menurutnya, taman baca memberikan pilihan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak Yapsi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program taman baca ini, kini menjadi lebih hidup dan memberikan wadah bagi anak-anak Yapsi, bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk belajar,” ujar Suwarti.

Untuk memperkuat kelembagaan taman baca, TEP ITB bersama Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Jayapura telah mengajukan pendaftaran TBM ke Perpustakaan Nasional.

Peresmian TBM Seribu Mimpi turut mendapat sambutan secara virtual dari Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz. Dukungan juga datang dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Jayapura, TP-PKK, Balai Bahasa Papua, serta Bank Indonesia. Mobil Literasi (SiMoLi) BPMP Papua ikut memeriahkan kegiatan melalui dongeng interaktif dan hiburan bagi anak-anak.

Kehadiran TBM Seribu Mimpi menjadi bagian dari upaya Tim Ekspedisi Patriot memperkuat pendidikan di kawasan transmigrasi. Melalui akses buku, ruang belajar yang nyaman, dan keterlibatan warga, pengembangan kawasan turut menyentuh kebutuhan anak-anak untuk belajar dan membangun masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta