Lintasnews5terkini. Com, Enrekang ,Kunjungan kerja rombongan anggota dewan yang tergabung dari Pansus DPRD kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunker ke DPRD Enrekang Selasa 27 Juni 2023 kemarin.
Mereka di terima lansung anggota dewan Kabupaten Enrekang bagian anggaran.juga ,setwan,Kabag hukum dan BPKAD dari unit kerja Eksekutif .
Kedatangan anggota DPRD Mamasa sebanyak 8 orang ingin berdiskusi terkait tentang penganggaran kendati akan belajar bagaimana mensiasati keuangan daerah (APBD) sehingga program dan kegiatan setiap OPD yang sifatnya urgensi berjalan efektif dan efisien.
Diskusi antara Pansus DPRD Mamasa dengan Banggar DPRD Enrekang ,BPKAD terselenggara dengan baik mereka membahas tentang kondisi APBD Kedua Kabupaten sedang mengalami keadaan Devisit apalagi kedua daerah tersebut saat ini terbebani pinjaman Dana PEN yang berbeda besaran nya
diakui salah seorang anggota dewan saat diskusi di gelar di ruang rapat DPRD Enrekang bahwa kabupaten Mamasa devisit 200 milyar rupiah”sehingga sebagian besar tupoksi tidak berjalan sebagaimana mestinya .
Haji Chaerul Tahir ” Anggota Banggar DPRD Enrekang”dengan gamblang nya mengatakan, tak bisa di pungkiri kalau ada tupoksi tidak berjalan, di saat kondisi keuangan daerah juga mengalami Devisit dan hal itu perlu di maklumi bersama
Kita ini wakil rakyat yang dipilih oleh mereka maka tanggung jawab kami bagaimana memberikan sumbangsih pokok-pokok pikiran yang di atur dalam sebuah regulasi tidak serta Merta di plot begitu saja, pokir di susun dengan Ranperda dimana ,Dewan duduk bersama untuk membahas hal ini ,demi kepentingan rakyat pungkasnya “kita juga punya tupoksi
Melihat kondisi keuangan seperti ini mau nya anggaran berjalan normal 100 persen, dalam rangka melaksanakan roda pembangunan ,guna membiayai segala kegiatan dan program kerja namun kenyataan nya di lakukan secara parsial untuk sementara waktu,”kilahnya
Menyoal Devisit ,DPKAD angkat bicara ,bagaimana menyiasati Devisit agar setiap tahun dapat tertutupi tidak membengkak “dia menuturkan bahwa semua unit kerja punya pogram ,kegiatan namun kita lebih memilih apa saja program OPD yang lebih di utamakan (urgen) untuk di dahulukan,sehingga ada kegiatan yang di tiadakan,tuturnya .
Seperti halnya pemberian Tukin (tunjangan kinerja ) bagi ASN yaitu TPP sudah dua tahun pemerintah cuma bayarkan 2 bulan dalam satu tahun anggaran 2021 dan 2022, walaupun demikian ,ASN tetap.legowo bekerja tanpa berharap TPP.
Jayadi, menandaskan Devisit Enrekang lebih rendah di banding Mamasa,Enrekang kalau tidak salah 60 Milyar ,Pinjaman dana Pen 400 milyar lebih selama 8 tahun tenornya, Mamasa dana Pen nya 90 Milyar devisit nya 200 Milyar, bagi saya,agak mirip-miripji.” Kondisinya,bayangkan saja PAD Enrekang cuma berapa,sementara pinjaman nya tinggi ,bahkan Enrekang lah paling tinggi dana Pen nya di banding kabupaten lain di Sulsel, seharusnya berimbang antara pinjaman dan PAD,sungguh Ironis kan?
,kami bagian Banggar ,pernah bincang -bincang tahun 2023,2024 kalau perlu tidak ada phisik ,lebih baik fokus pada peningkatan SDM demi mengurangi devisit “bebernya
Yang terpenting bagaimana pemerintah daerah membayar insentif tenaga honor kesehatan,pendidikan,dan honor lain nya, jangan lambat,kasian mereka bekerja tanpa kenal waktu,sementara honornya tidak seberapa ,pikirkan nasib mereka juga,”tukas Jayadi
Khaerul juga menambahkan soal PMK 212 sudah di pahami oleh keuangan penggunaan Dau untuk membiayai kelurahan sudah jelas regulasinya cuma teknisnya perlu di perjelas
Usai diskusi ” Jufri dari Partai Golkar Mamasa selaku ketua Pansus menandaskan “bahwa APBD Mamasa tahun 2023 sebesar 900 milyar terdiri dari (Dak,Dau) salah satu penyebab terjadinya devisit lantaran ada target PAD yang tidak tercapai maksimal
Seperti sektor pariwisata dan pajak pemotongan hewan yang merupakan sumber PAD primadona bagi kabupaten. Mamasa, diapun mengatakan anggaran yang di alokasikan ke sektor pariwisata sangatlah minim ,begitu pula dengan pajak Hewan kita terbentur soal ranpeeda(Ani Hasan)

























