Lintasnews5terkini.Com Tana toraja angka yang signifikan ,data yang di input Dinas Pertanian Tanatoraja bidang peternakan terkait penyakit ASF menyerang ternak Babi milik masyarakat peternak sebanyak 859 Ekor per 3 Juli 2023 .
ASF ‘African Swine Fever (demam Afrika pada Babi) adalah penyakit hewan yang di sebabkan oleh virus menyerang babi dari semua ras,penyakit viral yang sangat menular menimbulkan berbagai pendarahan pada organ internal dan di Sertai angka kematian sangat tinggi.
Ketika di konfirmasi terkait ASF “Kabid Peternakan Octavianus Sonda.SP kepada wartawan mengatakan ‘awal nya ASF masuk di kabupaten Gowa kemudian merebak ke Luwu,Lutim,Mamasa,Tanatoraja,Toraja Utara.ASF ada di Indonesia sejak 2019 dari Sumatra padahal ,pemerintah daerah dan provinsi Sulsel telah membuat aturan pembatasan lalu lintas ternak untuk di perketat, ketika ada PMK.
ASF ini sekitar bulan April belum ada kejadian nanti Mei baru terdeteksi ,bermula adanya permintaan masyarakat untuk kebutuhan pesta adat rambu solo dengan rambu Tuka , membutuhkan ternak Babi mereka meminta di Carikan oleh pedagang masuk di Toraja Utara’ungkap Octavianus ,di akui nya bahwa Babi lokal masih tahan imun nya pada saat itu,kecuali Babi dari luar tandasnya ” .ASF begitu cepat penularan nya sekitar 89 persen kematian nya 100 persen.
Jadi data ternak babi 875 ekor mati terserang virus ASF sesuai laporan dari masyarakat, tidak menutup kemungkinan masih ada tambahan lagi belum di laporkan oleh peternak ke Dinas pertanian, maka kita berprediksi bisa saja mencapai sampai seribuan ekor kita tidak bisa merilis angka pastinya ,itu saja yang bisa kita ekspos yang di laporkan peternak
Nah” sangat di sayangkan masih ada masyarakat yang enggan melaporkan Babi nya jika terkena ASF ,alasan nya mereka takut di bully oleh sekelilingnya bahwa dia ,pembawa wabah penyakit ,membuat peternak tersebut malu dan takut, padahal tidak demikian ,
Semestinya di lapor,saja dulu lalu kemudian kita tindaki dengan cara Babi yang mati di semprot menggunakan disinfektan sebelum di tanam “bukan di buang begitu saja ke Sungai bisa mencemari air memang,,susah merubah pola pikir masyarakat,tandasnya.
Lanjut Octavianus “penyakit ASF ini tidak menyerang manusia dia bukan penyakit sonosis tapi pembawa virus melalui lalat,tikus atau ayam ,gejala Babi jika terserang virus yang menyebabkan kematian ,Babi terlihat Lemas,Sempoyongan,tidak ada nafsu makan, keluar darah dari mulut dan anus, serta ada bintik-bintik merah di kulit, ‘ Tegasnya ”
pengobatan nya tidak ada ,berupa vaksin bahkan WHO sendiri tidak menemukan obat nya,pemerintah provinsi Sulsel hanya mengantisipasi dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang Babi ,olehnya itu dinas peternakan provinsi memberi bantuan 2000 liter disinfektan kemungkinan akan ada tambahan menjadi 3000 liter ,dalam waktu dekat ini di lakukan penyemprotan kesemua kecamatan di bantu Dokter hewan dan petugas peternakan apalagi kita sudah bentuk satgas pembatasan lalu lintas hewan antar kabupaten melibatkan forkopimda ,Polisi,TNI,Satpol PP,Perhubungan ,poskonya di Salubarani, Rantelemo,Sangalla,Masanda ,
Dari 19 Kecamatan di Tanatoraja, Makale Utara paling tinggi kasus ASF
Salah satu upaya pemerintah menangani ASF selain penyemprotan ,komunikasi,mengedukasi,informasi,sosialisasi ke masyarakat,agar Babi yang kena ASF bisa di bakar kemudian di kubur , ada alternatif lain cara pencegahan ASF ,pengobatan herbal seperti garam, jahe,air kelapa,gula merah ,penyakit ini mirip dengan COVID , ujar kabid.’ kalau peternak Babi di Toraja peternak rumahan beda di Lutim peternak Komunal,puluhan sampai ratusan ternak nya dalam pengandangan,
Dampak ASF sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat,bayangkan saja Babi yang terserang virus tidak mengenal umur, jika di jual harganya bervariatif minimal 2 juta maksimalnya 20 juta bila di hitung secara ekonomi kerugian nya mencapai ratusan juta rupiah amblas akibat ASF,padahal inilah salah satu sumber mata pencaharian mereka,maka dari itu “bantu kami mencegah ASF,kesadaran Masyarakat yang kami harapkan ,’keluh Octavianus,
Bagi pedagang yang datang nya dari luar kabupaten akan di perketat pengawasan nya, jika kedapatan melintas di Toraja,biar punya surat Izin SKH dari dinas terkait kalau belum di periksa darahnya di Maros,kami tidak segan-segan menyuruhnya balik kembali,
Bupati juga setiap saat menghimbau masyarakat untuk tetap waspada akan virus ASF bahkan belum lama ini dia melakukan Zoom dengan semua kepala OPD terkait hal ini, dia tekan kan kepada ASN nya agar setiap ada ibadah sampaikan lah kemasyarakat tentang Virus ASF ,supaya masyarakat cepat melaporkan jika terkena ASF ,jangan diam dan di biarkan saja agar wabah ini tidak menular signifikan pungkas nya kepada wartawan Selasa 4 Juli 2023 (Ani Hasan)
Langsung ke konten

























