Makassar, lintasnews5terkini-, sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Makassar, Museum Kota Makassar kini tampil lebih modern usai menjalani revitalisasi. Berlokasi di Jalan Balai Kota No. 11A, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, museum ini menghadirkan berbagai inovasi untuk menarik minat generasi muda sekaligus mempertahankan nilai sejarahnya.
Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan fasilitas, penerapan teknologi interaktif, hingga promosi aktif melalui media sosial. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penerapan sistem barcode pada koleksi lukisan, memungkinkan pengunjung mengakses informasi tambahan menggunakan perangkat seluler mereka.
Menurut Alip Mendes, staf Museum Kota Makassar, pembaruan ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
“Semua lukisan di museum ini sudah dilengkapi dengan sistem barcode. Jadi, pengunjung bisa melihat informasi lebih detail kapan saja melalui ponsel mereka,” ujar Alip dalam wawancara pada 19 November 2024.
Selain barcode, Museum Kota Makassar juga menyediakan bioskop mini bergaya 1940-an serta fasilitas virtual tour yang memungkinkan pengunjung menikmati rekonstruksi digital artefak dan peristiwa sejarah.
Ilyas, guru sejarah di SMA Negeri 2 Makassar, menyebut bahwa revitalisasi ini adalah upaya menghadirkan sejarah dengan cara yang lebih kontekstual dan menarik.
“Revitalisasi museum tidak hanya memperbarui tampilan fisik, tetapi juga memberikan pendekatan baru yang relevan bagi generasi muda,” jelas Ilyas. Ia juga menekankan pentingnya program edukasi berkelanjutan agar museum tetap menjadi pusat pembelajaran budaya lokal.
Revitalisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk Sajid (21), seorang pengunjung yang mengaku terkesan dengan perubahan tersebut.
“Dulu museum ini membosankan, tapi sekarang jauh lebih menarik dengan teknologi barcode dan bioskop mini di lantai atas,” katanya.
Meski begitu, museum ini masih menghadapi tantangan, seperti mempertahankan minat masyarakat di tengah dominasi hiburan modern serta keterbatasan anggaran untuk pengembangan.
Namun, Alip optimis karena dukungan dari pemerintah daerah sangat signifikan. “Museum ini dinaungi oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar, sehingga kami terus mendapatkan dukungan untuk tetap relevan,” ungkapnya.
Museum Kota Makassar kini bukan hanya ruang pamer, tetapi juga wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan wajah barunya, museum ini siap menghadapi tantangan era modern, menjaga nilai-nilai sejarah, dan menjadi saksi perjalanan Kota Makassar dari masa ke masa.
Penulis: Andi Muhammad Febrian
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Jurusan Jurnalistik*
Langsung ke konten




















