Gowa, Lintasnews5terkini.com – Tuntutan pencopotan Kepala Lingkungan Kampung Parang hingga kini belum mendapat kepastian dari pihak Pemerintah Kabupaten Gowa. Padahal, desakan masyarakat telah disuarakan dalam dua aksi unjuk rasa berturut-turut yang digelar oleh Aliansi Pemuda, Mahasiswa, dan Masyarakat Kampung Parang.
Ketidakjelasan ini dinilai memperkeruh suasana sosial dan berpotensi menghambat jalannya program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Gowa, khususnya program “Gowa Masannang” yang menekankan terciptanya keamanan, ketenangan, dan kedamaian di tengah masyarakat.
Danial, salah satu perwakilan aliansi, menegaskan bahwa pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan telah gagal merespons aspirasi masyarakat. Ia menilai sikap pasif tersebut justru menciptakan ruang spekulasi yang merusak kepercayaan publik.
“Sudah dua kali kami lakukan aksi damai, namun tak ada keputusan tegas. Ini bukan lagi soal jabatan, ini soal kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Jika terus dibiarkan, maka integritas dan keberpihakan pemerintah patut dipertanyakan,” tegas Danial.
Aliansi juga mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga melindungi Kepala Lingkungan saat ini, sehingga menyebabkan Lurah Lembang Parang dan Camat Barombong enggan mengambil langkah tegas.
“Apakah ada intervensi kekuasaan? Bekingan politik? Jika benar, ini sudah mencederai prinsip demokrasi dan pelayanan publik,” tambahnya.
Lebih lanjut, aliansi menyoroti bagaimana konflik horizontal yang belum terselesaikan ini secara langsung menjadi hambatan bagi pelaksanaan program 100 hari kerja kepala daerah.
“Bagaimana masyarakat bisa merasa damai dan tenang jika gejolak masih terjadi di lingkungan terdekat mereka? Situasi ini jelas bertolak belakang dengan semangat ‘Gowa Masannang’. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati segera ambil alih persoalan ini secara adil dan transparan,” tutup Danial.
Kini, masyarakat Kampung Parang menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Harapan mereka hanya satu: hadirnya keadilan dan keberpihakan pemerintah demi meredam konflik dan mengembalikan harmoni sosial di wilayah mereka.(*).

























