MAKASSAR, Lintasnews5terkini.com – Batalyon Infanteri (Yonif) Yonif 700 Raider membantah keras adanya keterlibatan anggotanya dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat malam (24/4/2026).
Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi viral di media sosial yang menyebut adanya anggota TNI dari satuan tersebut berada di lokasi kejadian.
Kepada awak media, perwakilan intelijen Yonif 700 Raider menegaskan bahwa tidak ada satu pun personel mereka yang berada di lokasi saat aksi berlangsung.
“Tidak ada anggota Yonif 700 Raider di lokasi seperti yang beredar di media sosial. Informasi tersebut tidak benar,” tegasnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa dua pria yang sempat disebut-sebut sebagai anggota Yonif 700 Raider dalam video yang beredar, dipastikan bukan bagian dari satuan tersebut, melainkan warga sipil.
“Dua orang tersebut bukan anggota kami. Mereka adalah masyarakat sipil. Bahkan informasi yang kami terima, mereka sempat dipaksa untuk mengaku sebagai anggota Yonif 700 Raider, namun sebenarnya mereka tidak mengakui hal tersebut,” ungkapnya.
Pihak Yonif 700 Raider turut menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak akurat, baik di media sosial maupun sejumlah media daring. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat serta merugikan institusi.
“Kami menegaskan bahwa berita yang viral tersebut tidak benar adanya. Tidak ada keterlibatan anggota Yonif 700 Raider dalam kejadian tersebut,” tutupnya.(*).
Langsung ke konten

























