Fakfak, Lintasnews5terkini.com – Masyarakat dan pemangku kepentingan di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Fakfak Timur, kini memiliki ruang baru untuk memetakan persoalan tata kelola wilayahnya. Tim Ekspedisi Patriot 18 Universitas Hasanuddin (UNHAS) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung secara interaktif di Aula SMP Negeri Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Transmigran di Kawasan Weri-Saharey dapat menyampaikan aspirasi dan permasalahan di hadapan para pemangku kepentingan dengan difasilitasi oleh Tim Ekspedisi Patriot. Permasalahan yang dibahas meliputi kepastian hukum dan legalitas pertanahan, integrasi tata kelola antarkampung guna mencegah tumpang tindih kepentingan, hingga pemenuhan pelayanan publik.
Para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat merespons positif forum ini, mengingat persoalan tata kelola dan legalitas pertanahan selama ini menjadi tantangan yang harus dicari jalan keluarnya secara bersama.
“Ini merupakan langkah berani yang dilakukan teman-teman Patriot UNHAS karena terkait situasi dan kondisi masalah pertanahan di Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, yang sudah lama dan sering menjadi masalah di Kampung Weri. Masalah-masalah inilah yang menyebabkan pembangunan di Distrik Fakfak Timur, khususnya di Kampung Weri, tidak terlaksana dengan baik” – ujar Munawir Rengen, Sekretaris Desa Fakfak Timur.
Dalam forum ini, TEP 18 UNHAS berperan sebagai fasilitator yang mengintegrasikan data lapangan, aspirasi warga, dan analisis instansi terkait sebagai bahan perumusan naskah akademik, rekomendasi kebijakan, dan program aksi berkelanjutan bagi Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey.
Penguatan tata kelola di kawasan transmigrasi sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembenahan tata ruang dan kepastian hukum sebagai kunci kebangkitan bangsa.
Senada dengan itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempatkan pembangunan sumber daya manusia dan penataan kawasan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,”- ujar Menko IPK AHY di Jakarta (25/05/ 2026).
Semangat pengabdian Tim Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi ini diperkuat oleh arahan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menekankan pentingnya kerja berorientasi hasil demi perubahan positif di masyarakat.
“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya”- ujar Mentrans Iftitah di Jakarta (31/07/2026). (*)

























