Gowa, Lintasnews5terkini.com – Polresta Gowa terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi pekerja, guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Kapolresta Gowa bersama pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Gowa di Warkop Dipo Polresta Gowa, Jalan Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Selasa (20/10/2026).
Audiensi tersebut dipimpin langsung Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, didampingi sejumlah pejabat utama Polresta Gowa. Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan perwakilan pekerja untuk menyampaikan aspirasi, membangun koordinasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan dan lingkungan hidup.
Ketua DPC KSPSI Kabupaten Gowa, Safaruddin, menyampaikan bahwa organisasinya menaungi sejumlah federasi, di antaranya NIBA, RTMM, Farkes, Paregraf, serta KSI/Pendidikan. Ia berharap hubungan baik dengan Polresta Gowa dapat terus terjalin, khususnya dalam menghadapi persoalan hubungan industrial yang membutuhkan penanganan secara bijaksana.
Menurutnya, apabila terjadi perselisihan antara pekerja dan perusahaan, penyelesaian melalui dialog dan mediasi perlu dikedepankan. Ia berharap kepolisian dapat hadir sebagai fasilitator komunikasi apabila diperlukan, sehingga permasalahan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Kami berharap Polresta Gowa dapat terus menjalin kolaborasi dengan KSPSI Kabupaten Gowa. Apabila terjadi persoalan di kalangan buruh, kami membutuhkan komunikasi dan pendampingan sesuai kewenangan agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus mengedepankan aksi unjuk rasa,” ungkap Safaruddin.
Selain persoalan ketenagakerjaan, KSPSI Kabupaten Gowa juga menyampaikan apresiasi kepada Polresta Gowa atas perhatian dan upaya penanganan persoalan penumpukan sampah yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka turut menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang diberikan KSPSI Kabupaten Gowa. Ia menegaskan bahwa komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan kepedulian KSPSI Kabupaten Gowa. Polresta Gowa terbuka untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi. Kami ingin setiap persoalan yang muncul dapat disampaikan sejak dini agar bisa dicarikan solusi yang tepat, sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku,” ujar Kapolresta.
Terkait persoalan karhutla di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Kapolresta menjelaskan bahwa aparat penegak hukum telah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran, termasuk mendalami kemungkinan faktor cuaca ekstrem maupun dugaan kesengajaan dalam pembukaan lahan perkebunan.
Ia juga menegaskan bahwa melalui Satintelkam Polresta Gowa, komunikasi dan silaturahmi dengan DPC KSPSI Kabupaten Gowa akan terus dipelihara sebagai bentuk kemitraan yang berkelanjutan. Informasi awal mengenai potensi perselisihan maupun persoalan sosial di kalangan pekerja diharapkan dapat disampaikan sedini mungkin agar langkah pencegahan dapat dilakukan.
“Polri bersama masyarakat harus terus membangun kepercayaan dan kepedulian. Kami berharap KSPSI dapat menjadi mitra komunikasi yang baik, sehingga setiap persoalan ketenagakerjaan bisa direspons secara tepat, mengedepankan dialog, dan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Melalui audiensi ini, Polresta Gowa menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, membuka ruang komunikasi, serta mendorong penyelesaian persoalan secara damai dan sesuai peraturan perundang-undangan. Sinergi antara kepolisian dan organisasi pekerja diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis. (*)

























